<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96264">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIFITAS GRUP WHATSAPP SEBAGAI MEDIA EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA REMAJA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Haris Munandar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteraan Gigi</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Nama	: 	Haris Munandar&#13;
Program Studi	: 	Pendidikan Dokter Gigi&#13;
Judul	: 	Efektifitas Grup WhatsApp Sebagai Media Edukasi Terhadap Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Remaja&#13;
&#13;
Latar Belakang: Masa anak-anak dan remaja merupakan waktu paling rentan terhadap masalah gigi dan mulut, sehingga ilmu pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta cara pencegahannya sangat perlu diberikan pada masa tersebut. Berbagai hal dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan anak dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut seperti memberikan edukasi dengan menggunakan alat bantu ataupun media tertentu yang sesuai. WhatsApp adalah salah satu aplikasi media sosial paling populer dikalangan remaja daripada Twitter, Line, Instagram, dan Facebook. Tujuan: Mengetahui efektifitas grup WhatsApp  sebagai media edukasi terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada remaja. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan Cross-sectional. Total subjek dalam penelitian ini sebanyak 97 orang. Lembar kuesioner dan materi edukasi diberikan kepada subjek penelitian secara online melalui grup WhatsApp. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan tingkat pengetahuan subjek dari pretest ke posttest pada kategori baik dari 62 orang (63,9%) menjadi 78 orang (80,4%), pada kategori cukup 19 orang (19,6%), dan pada kategori kurang tidak ada yang menjawab. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai signifikansinya adalah 0,000 (</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DENTAL CARE - DENTISTRY</topic>
 </subject>
 <classification>617.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96264</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-21 16:15:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-22 10:38:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>