<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96248">
 <titleInfo>
  <title>PERAN HUMAS LEMBAGA WALI NANGGROE DALAM UPAYA MENINGKATKAN CITRA POSITIF TERHADAP PANDANGAN MASYARAKAT ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AMAR SHALIHAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakutas Ilmu Sosial dan politk</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran humas lembaga wali nanggroe dalam upaya meningkatkan citra positif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori image restoration. Teori ini berangkat dari dua asumsi dasar, asumsi pertama adalah komunikasi yaitu akifitas yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan. Asumsi yang kedua adalah tujuan komunikasi yaitu memelihara citra dan image positif. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa terdapat opini negatif terhadap lembaga wali nanggroe yang berangkat dari stigma “pasif” wali nanggroe akan peran dan fungsinya sehingga melahirkan citra negatif terhadap lembaga wali nanggroe itu sendiri. Humas lembaga wali nanggroe berupaya memperbaiki citra dengan cara memaksimalkan salah satu dari empat peran humas menurut Dozier &amp; Broom yaitu peran humas selaku teknisi komunikasi yang dinilai kurang optimal sehingga penyebaran informasi kepada  khalayak kurang efektif. Humas wali nanggroe berinovasi degan cara mengandalkan media baru yang dinilai lebih efektif dalam penyebaran informasi kepada khalayak.  Cara ini dianggap cukup berhasil ditandai dengan adanya komentar-komentar positif terhadap postingan humas lembaga wali nanggroe di medai sosial. Saran peneliti kepada humas lembaga wali nanggroe adalah diharapkan humas lembaga wali nanggroe lebih giat menginformasikan kegiatan lembaga wali nanggroe pada media sosial yang telah digunakan, kemudian diharapkan juga humas wali nanggroe lebih gencar mempromosikan akun-akun media sosialnya kepada khalayak supaya khalayak dapat mengetahui bahwa humas lembaga wali nanggroe sudah menggunakan media sosial dalam memberikan informasi.&#13;
&#13;
Kata Kunci	:	Peran Humas, Citra, Lembaga Wali Nanggroe.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96248</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-21 14:46:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-22 08:53:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>