<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96245">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS PEMBERIAN MADU HUTAN (APIS DORSATA) DAN MADU TERNAK (APIS CERANA DAN TRIGONA) TERHADAP JUMLAH FIBROBLAS PADA PENYEMBUHAN LUKA PASCA PENCABUTAN  GIGI ( PENELITIAN IN VIVO PADA TIKUS WISTAR )</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>IKRAQ NUR AZIZA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pencabutan gigi merupakan suatu tindakan bedah dengan cara mengeluarkan gigi &#13;
dari soketnya, dilakukan apabila kondisi gigi tidak dapat dipertahankan. Pasca &#13;
pencabutan gigi, akan terbentuk luka pada jaringan sekitarnya sehingga memicu &#13;
respon tubuh memulai proses penyembuhan. Penyembuhan luka pasca pencabutan &#13;
gigi terdiri dari 4 fase yaitu hemostasis, inflamasi, proliferasi dan remodeling. &#13;
Pada fase proliferasi, fibroblas merupakan sel utama yang berperan penting dalam &#13;
proses penyembuhan luka. Madu memiliki sifat antibakteri, antiinflamasi dan &#13;
antioksidan yang dapat mempercepat penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini &#13;
adalahiuntukimengetahui efektivitas pemberian madu hutan ( Apis dorsata) dan &#13;
madu ternak (Apis cerana dan Trigona) terhadap jumlah fibroblas pada &#13;
penyembuhan luka pasca pencabutan gigi tikus Wistar. Penelitian ini dilakukan &#13;
dengan menghitung jumlah fibroblas pada setiap preparat histologi tikus wistar&#13;
setelah dilakukan pencabutan gigi terhadap kelompok kontrol negatif tanpa &#13;
perlakuan, kelompok kontrol positif dengan pemberian iod gliserin, kelompok &#13;
madu Apis dorsata, kelompok madu Apis cerana dan kelompok madu Trigona. &#13;
Hasil analisis statistik menggunakan uji one way ANOVA menunjukkan adanya &#13;
perbedaan yang signifikan terhadap peningkatan jumlah fibroblas pada seluruh &#13;
kelompok perlakuan. Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa pada kelompok madu &#13;
Trigona berbeda secara signifikan dengan seluruh kelompok perlakuan. &#13;
Disimpulkan bahwa Madu hutan (Apis dorsata) dan madu ternak (Apis cerana&#13;
dan Trigona) efektif dalam meningkatkan jumlah sel fibroblas pada penyembuhan &#13;
luka pasca pencabutan gigi tikus Wistar. Madu yang paling efektif dalam &#13;
meningkatkan jumlah sel fibroblas pada penyembuhan luka pasca pencabutan gigi &#13;
tikus Wistar adalah madu Trigona.&#13;
Kata kunci: Pencabutan gigi, fibroblas, madu Apis dorsata, madu Apis cerana,&#13;
madu Trigona&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TOOTH EXTRACTION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>HONEY</topic>
 </subject>
 <classification>617.66</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96245</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-21 14:25:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-08 10:30:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>