<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96240">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISTIK PENDERITA POLIP NASI DI POLIKLINIK THT-KL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUZAKI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Polip nasi adalah lesi jinak berupa massa lunak yang mengandung banyak cairan di dalam rongga hidung, berwarna putih keabu-abuan (gelatinous) yang terjadi akibat adanya peradangan kronik pada mukosa hidung. Polip nasi merupakan penyakit multifaktorial, mulai dari infeksi, inflamasi non-infeksi, kelainan anatomi serta abnormalitas genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita polip nasi di Poliklinik THT-KL RSUDZA Banda Aceh pada tanggal 1 Januari 2019 sampai 30 April 2021. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif retrospektif dengan pengambilan data sekunder berupa rekam medis pasien. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 75 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi pasien polip nasi tertinggi pada kelompok usia 36-45 tahun (30,6%) dan jenis kelamin laki-laki (68%). Berdasarkan faktor resiko, pasien polip nasi yang paling sering dijumpai riwayat sinusitis (77,3%). Gejala klinis yang umumnya dialami oleh penderita polip nasi adalah hidung tersumbat (100%). Berdasarkan hidung yang terlibat, polip nasi lebih sering dijumpai bilateral (62,7%). Penderita polip nasi paling banyak mendapatkan pelayanan rawat inap (60%) dan terapi bedah (60%). Dari penelitian ini disimpulkan bahwa penderita polip nasi lebih berisiko terkena pada laki-laki dengan kelompok usia dewasa akhir (36-45 tahun) dan memiliki riwayat sinusitis. Gejala klinis yang sering dijumpai yaitu hidung tersumbat dan hidung yang terlibat umumnya bilateral. Penderita polip nasi banyak mendapatkan perawatan rawat inap dan penatalaksanaan yang diberikan berupa kombinasi medikamentosa dan terapi bedah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96240</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-21 12:42:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-21 16:10:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>