<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96235">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN DIGITAL SHORELINE ANALYSIS SYSTEM (DSAS) DI PESISIR TIMUR KOTA SABANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ZIKRI LAZUARDI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Garis pantai merupakan batas antara air laut dan daratan. Batas ini selalu berubah dengan sangat dinamis dan saling berintersaksi, perubahan secara sementara seperti adanya pasang surut maupun perubahan akibat abrasi dan akresi dalam kurun waktu yang lama. Perubahan garis pantai disebabkan oleh proses alami maupun aktivitas manusia dalam memanfaatkan kawasan pantai guna memenuhi kebutuhannya. Dua perubahan ini dapat terjadi dalam waktu cepat maupun lambat. Perubahan secara alami disebabkan oleh gelombang, arus, angin, sedimentasi dan pasang surut. Selain itu faktor manusia yang dapat juga memberi perubahan pada garis pantai berupa kegiatan pembukaan lahan baru berupa reklamasi pantai. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui terjadinya perubahan garis pantai, lebar perubahan garis pantai dan faktor penyebabnya.&#13;
	Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan analisis data skunder dan teknik survey. Data skunder yang digunakan yaitu data citra landsat 5, 7 dan 8. Teknik survey yaitu untuk memastikan kondisi eksisting daerah pesisir Kota Sabang. Parameter yang dianalisis yaitu Net Shoreline Movement (NSM), End Point Rate (EPR), dan Linear Regression Rate (LRR).&#13;
	Hasil analisis perubahan garis pantai di Kota Sabang selama 20 tahun yaitu dari total 343 garis transect. 249 transect mengalami abrasi dan 64 transect mengalami akresi. Desa Balohan mengalami akresi rata-rata 2,39 m/tahun dan abrasi -0,46 m/tahun, secara keseluruhan Desa Balohan mengalami akresi. Desa Anoi Itam mengalami akresi rata rata 0,06 m/tahun dan abrasi -0,70 m/tahun, secara keseluruhan Desa Anoi Itam mengalami abrasi. Desa Ujong Kareung mengalami akresi rata rata 0,30 m/tahun dan abrasi -0,58 m/tahun, secara keseluruhan Desa Ujong Kareung mengalami abrasi. Desa Ie Meulu mengalami akresi rata rata 0,68 m/tahun dan abrasi rata rata -0,33 m/tahun. Akresi yang terjadi di Pesisir Kota Sabang yaitu disebabkan reklamasi pantai, pembangunan seawall, pembangunan pelabuhan dan dermaga. Sedangkan faktor utama terjadinya abrasi yaitu disebabkan oleh energi kinetik dari angin dan gelombang air laut. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96235</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-21 12:10:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-22 09:14:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>