<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96167">
 <titleInfo>
  <title>DEGRADASI BUDAYA AKIBAT ASIMILASI PADA MASYARAKAT MELAYU TAMIANG :</title>
  <subTitle>ANALISIS PRAKTIK SOSIAL PIERRE BOURDIEU</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SIGIT SURYANDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FISIPOL</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Asimilasi identik dengan pembauran satu kebudayaan, asimilasi yang terjadi di suatu daerah menyebabkan berkembangnya daerah tersebut dan majunya sumber daya manusia di daerah tersebut, hal ini dikarenakan masyarakat lokal yang lebih menerima masyarakat pendatang dan lebih terbuka dengan setiap hal – hal baru yang mereka terima, selain dari pada itu asimilasi menciptakan sebuah toleransi yang besar pada suatu daerah. Seharusnya asimilasi yang terjadi di masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di suatu daerah, namun berbeda halnya dengan yang terjadi di daerah Aceh Tamiang. Asimilasi yang terjadi mengakibatkan pudarnya budaya dan bahasa lokal di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis degradasi budaya akibat asimilasi yang terjadi pada suku pribumi Tamiang pasca masuknya masyarakat pendatang di wilayah Aceh Tamiang. Dalam Penelitian ini penulis menggunakan teori Praktik Sosial Pierre Bourdieu sebagai alat analisis terhadap fenomena degradasi budaya yang terjadi pada masyarakat pribumi Aceh Tamiang. Penelitian ini menggunakan metode Pendekatan campuran (mixed methods). dengan mengandalkan studi Pustaka, kueisoner/angket, observasi serta wawancara mendalam. Penelitian ini dilakukan di Aceh Tamiang, Aceh, Indonesia. Penelitian ini menunjukkan bahwa pasca masuknya masyarakat pendatang menyebabkan degradasi budaya yang berdampak tidak hanya hilangnya budaya asli (bahasa, adat, karakter, dst), namun juga mengancam eksistensi masyarakat Tamiang itu sendiri. Karena masyarakat suku tamiang tidak memiliki keahlian dalam berdagang mengakibatkan mereka tersisihkan dari wilayah kota (daerah tengah). Masyarakat suku asli Tamiang pada dasarnya menggantungkan hidupnya dengan bertani dan berkebun, karena sebab itu masyarakat suku asli Tamiang hanya mendominasi di wilayah hulu (Babo, Tenggulun, Pulau Tiga, Kalui) dan hilir (Seruway), namun menjadi minor pada wilayah kota yang mana adalah pusat perdagangan dan ekonomi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ASSIMILATION (SOCIOLOGY)</topic>
 </subject>
 <classification>303.482</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96167</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-20 14:18:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-28 09:57:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>