PENGARUH SALINITAS TERHADAP PERKEMBANGAN EMBRIOGENESIS IKAN LELE SANGKURIANG (CLARIAS GARIEPINUS) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH SALINITAS TERHADAP PERKEMBANGAN EMBRIOGENESIS IKAN LELE SANGKURIANG (CLARIAS GARIEPINUS)


Pengarang

Dedi Azhar - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Dedi Fazriansyah Putra - 198406272015041001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1711102010039

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Budidaya Perairan (S1) / PDDIKTI : 54243

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan., 2021

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) merupakan jenis ikan air tawar yang sering dibudidayakan, saat ini usaha budidaya ikan lele terus dikembangkan dikalangan masyarakat. Permintaan pasar setiap tahun semakin meningkat terhadap komoditi jenis ini, sehingga dapat memberikan keuntungan yang lebih baik kedepannya. Untuk mengantisipasi terjadinya penurunan produksi benih dikemudian hari, maka perlu dilakukan proses pengadaan benih untuk menjamin tingkat produksi terus meningkat dari segi kuantitas dan kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran fase-fase embryogenesis ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) apabila telur tersebut ditetaskan pada salinitas berbeda, serta untuk mengetahui pengaruh salinitas berbeda terhadap kualitas larva yang dihasilkan. Metode percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan terdiri dari 5 perlakuan dan 4 kali ulangan sehingga jumlah wadah percobaan 20 buah. Adapun perlakuan yang digunakan adalah D0 Tanpa Pemberian garam (kontrol), D1 Pemberian garam 2 g/L, D2 Pemberian garam 4 g/L, D3 Pemberian garam 6 g/L dan D4 Pemberian garam 8 g/L air. Data diperoleh melalui data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan secara langsung sedangkan untuk data sekunder didapat dari hasil penelitian terdahulu yang menunjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan perlakuan salinitas memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kecepatan perkembangan embrio dan kualitas larva yang dihasilkan. Rata-rata persentase tingkat abnormalitas tertinggi terdapat pada perlakuan D4 (2,0%) yang diikuti D3 (1,25%) dan D2 sebesar (0,5%) sementara untuk perlakuan D0 dan D1 tidak ditemukan larva abnormal.


Kata kunci: Lele sangkuriang, salinitas, embriogenesis, larva, abnormalitas.

ABSTRACT Sangkuriang catfish (Clarias gariepinus) is a type of freshwater fish that is often cultivated, currently the business of catfish cultivation continues to be developed among the community. The market demand for this type of commodity is increasing every year, so that it can provide better profits in the future. To anticipate a decrease in seed production in the future, it is necessary to carry out a seed procurement process to ensure that production levels continue to increase in terms of quantity and quality. This study aims to determine how the embryogenesis phases of sangkuriang catfish (Clarias gariepinus) are described when the eggs are hatched at different salinities, and to determine the effect of different salinity on the quality of the larvae produced. The experimental method used was Completely Randomized Design (CRD). The treatment used consisted of 5 treatments and 4 replications so that the number of experimental containers was 20. The treatments used were D0 without salt (control), D1 2 g/L salt, D2 4 g/L salt, D3 6 g/L salt and D4 8 g/L water. Data obtained through primary data and secondary data. Primary data obtained from the results of research conducted directly while for secondary data obtained from the results of previous studies that support. The results showed that different salinity treatments had different effects on the speed of embryonic development and the quality of the larvae produced. The highest average percentage of abnormality was found in treatment D4 (2.0%) followed by D3 (1.25%) and D2 (0.5%) while for treatments D0 and D1 no abnormal larvae were found. Keywords: Sangkuriang catfish, salinity, embryogenesis, larvae, abnormalities.

Citation



    SERVICES DESK