<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96152">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH SALINITAS TERHADAP PERKEMBANGAN EMBRIOGENESIS IKAN LELE SANGKURIANG (CLARIAS GARIEPINUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dedi Azhar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) merupakan jenis ikan air tawar yang sering dibudidayakan, saat ini usaha budidaya ikan lele terus dikembangkan dikalangan masyarakat. Permintaan pasar setiap tahun semakin meningkat terhadap komoditi jenis ini, sehingga dapat memberikan keuntungan yang lebih baik kedepannya. Untuk mengantisipasi terjadinya penurunan produksi benih dikemudian hari, maka perlu dilakukan proses pengadaan benih untuk menjamin tingkat produksi terus meningkat dari segi kuantitas dan kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran fase-fase embryogenesis ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) apabila telur tersebut ditetaskan pada salinitas berbeda, serta untuk mengetahui pengaruh salinitas berbeda terhadap kualitas larva yang dihasilkan. Metode percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan terdiri dari 5 perlakuan dan 4 kali ulangan sehingga jumlah wadah percobaan 20 buah.  Adapun perlakuan yang digunakan adalah D0 Tanpa Pemberian garam (kontrol), D1 Pemberian garam 2 g/L, D2 Pemberian garam 4 g/L, D3 Pemberian garam 6 g/L dan D4 Pemberian garam 8 g/L air. Data diperoleh melalui data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan secara langsung sedangkan untuk data sekunder didapat dari hasil penelitian terdahulu yang menunjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan perlakuan salinitas memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kecepatan perkembangan embrio dan kualitas larva yang dihasilkan. Rata-rata persentase tingkat abnormalitas tertinggi terdapat pada perlakuan D4 (2,0%) yang diikuti D3 (1,25%) dan D2 sebesar (0,5%) sementara untuk perlakuan D0 dan D1 tidak ditemukan larva abnormal.&#13;
&#13;
	&#13;
Kata kunci: Lele sangkuriang, salinitas, embriogenesis, larva, abnormalitas.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96152</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-20 11:43:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-20 11:49:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>