Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ENKULTURASI TARI MELAYU DI SANGGAR BUDAYA ACEH NUSANTARA (BUANA) KOTA BANDA ACEH
Pengarang
AYU RAHMINA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Ismawan - 196808151995121002 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
1406102030041
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
792.8
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kata Kunci : Enkulturasi, Tari Melayu, Zapin Pekajang
Penelitian ini berjudul “Enkulturasi tari melayu di sanggar budaya aceh nusantara kota banda aceh”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah proses enkulturasi tari melayu di sanggar budaya aceh nusantara (buana) kota banda aceh. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses enkulturasi tari melayu di sanggar budaya aceh nusantara (buana) kota banda aceh. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah penari dan koreografer/pendiri sanggar budaya aceh nusantara. Objek dalam penelitian ini adalah tari melayu yang berjudul tari zapin pekajang. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pembelajarannya, metode yang digunakan sebagaimana yang biasa dilakukan dalam mempelajari gerak dalam tari, dalam hal ini mengunakan hitungan di setiap langkah atau pergerakan tangan, namun pada prakteknya ada dua orang peraga tari, satu penari pria dan satu penari wanita yang dipandu oleh koreografer yang memberi intruksi. Proses ini dilakukan secara bertahap dengan lebih dahulu di praktekkan oleh peraga tari yang diarahkan oleh koreografer dan kemudian barulah mengikuti langkah demi langkah sesuai intruksinya. Dalam pengenalan tari melayu kepada anggota sanggar hampir sama sebagaimana yang di terima dari proses awal pembelajarannya, namun dalam hal ini yang dilakukan lebih kepada karakter tari-tari melayu yang ada di nusantara, seperti tari melayu yang ada di Aceh Tamiang, Deli, Riau, Palembang dan lainnya. Proses tahapan yang dilakukan untuk memudahkan peserta didik, yang dilakukan pertama kali adalah pengenalan karakter tubuh (sebagaimana proses pembelajaran awal) dan pembagian azas atau ragam gerak dalam setiap tari yang dipelajari. Setelah proses pembentukan karakter tubuh dengan proses yang telah direncanakan barulah masuk pada tahap azas atau ragam gerak tari, dalam sekali pertemuan peserta didik diberikan dua bentuk azas atau ragam gerak yang kemudian dihafalkan, hari berikutnya mengulangi azas atau ragam untuk memastikan azas atau ragam dapat dilakukan dengan baik, dan kemudian baru diberikan azas atau ragam selanjutnya, proses ini dilakukan secara bertahap hingga selesai pada tahap akhir pembentukan utuh dari tari melayu yang di ajarkan.
ABSTRACT Keywords: Enculturation, Malay Dance, Zapin Pekajang This research is entitled "Enculturation of Malay dance in the cultural studio of Aceh Nusantara, Banda Aceh City". The formulation of the problem in this research is how is the process of enculturation of Malay dance in the cultural studio of Aceh Nusantara (Buana) Banda Aceh City. The purpose of this study was to describe the process of enculturation of Malay dance in the Aceh Nusantara (Buana) cultural studio in Banda Aceh City. The type of research used in this research is descriptive research with a qualitative approach. The subjects of this study were dancers and choreographers/founders of the aceh archipelago cultural studio. The object of this research is a Malay dance, entitled Zapin Pejajang dance. The data in this study were collected using interview, observation and documentation techniques. The data obtained were then analyzed by means of data reduction, data presentation, and data verification. The results of the study indicate that in the learning process, the method used is as is usually done in studying motion in dance, in this case using a count in each step or hand movement, but in practice there are two dance demonstrations, one male dancer and one female dancer. guided by a choreographer who gives instructions. This process is carried out in stages by first being practiced by a dance demonstration directed by a choreographer and then following step by step according to the instructions. The introduction of Malay dance to studio members is almost the same as that received from the initial learning process, but in this case what is done is more about the characters of Malay dances in the archipelago, such as Malay dances in Aceh Tamiang, Deli, Riau, Palembang. and others. The process of stages carried out to facilitate students, which is done first is the introduction of body characters (as in the initial learning process) and the distribution of principles or variety of movements in each dance that is learned. After the process of forming the character of the body with a planned process, then entering the stage of the principle or variety of dance movements, in one meeting students are given two forms of principle or variety of motion which are then memorized, the next day repeating the principle or variety to ensure the principle or variety can be done with good, and then the next principle or variety is given, this process is carried out gradually until it is completed at the final stage of the complete formation of the Malay dance being taught.
KAJIAN KOREOGRAFI TARI BURQA AL-ZAFN DI SANGGAR BUDAYA ACEH NUSANTARA (BUANA) BANDA ACEH DI SANGGAR BUDAYA ACEH NUSANTARA (BUANA) BANDA ACEH (Rika Agustina, 2015)
BENTUK PENYAJIAN TARI ZAPIN PEKAJANG DI SANGGAR BUANA KOTA BANDA ACEH (Dara Ananda Surayya Tiba, 2016)
BENTUK PENYAJIAN TARI KREASI RATOEH JAROE DI SANGGAR BUDAYA ACEH NUSANTARA (BUANA) BANDA ACEH (Riska Gebrina, 2015)
BALAI KEBUDAYAAN MELAYU DI BANDA ACEH (Yulianda, 2024)
EKSISTENSI TARI SEKAPUR SIRIH DI KECAMATAN KEJURUAN MUDA KABUPATEN ACEH TAMIANG (VINIYA RIZKY, 2015)