<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96070">
 <titleInfo>
  <title>EFIKASI MADU KELULUT (HETEROTRIGONA ITAMA) SEBAGAI ANTIGLAUKOMA DAN ASAM URAT PADA TIKUS (RATTUS NOVERGICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CUT AWLANUR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FKIP (S1)</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kata Kunci : Madu kelulut (Heterotrigona itama), Antiglaukoma, Asam Urat.&#13;
&#13;
Penelitian tentang antiglaukoma dan asam urat dengan pemberian madu kelulut (Heterotrigona itama) telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efikasi madu kelulut sebagai antiglaukoma dan asam urat. Metode penelitian ini dilakukan pengenceran madu kelulut dalam 400 ppm dengan menggunakan pelarut aquades kemudian dilanjutkan dengan skrining fitokimia, aktivitas antioksidan dengan metode DPPH pada absorbansi λmaks 517 nm, uji antiglaukoma terhadap tikus Rattus novergicus berdasarkan tekanan intraokuler dengan 5 kelompok perlakuan dan 5 kali pengulangan yaitu kelompok kontrol negatif (prednisolone acetate 1%), kelompok kontrol positif (pilokarpin 2%) dan kelompok dosis madu kelulut (35, 40 dan 45 ppm), dan uji asam urat dengan 5 kelompok perlakuan tanpa ulangan yaitu kelompok kontrol negatif (pakan purin 10,8 mL/kgBB), kontrol positif (1,8 mg/200gBB), dan kelompok dosis madu kelulut (10, 50 dan 100mg/kgBB). Hasil penelitian (1) madu kelulut mengandung alkaloid, flavonoid dan flavon, (2) nilai IC50 madu kelulut 6,2 ppm dan vitamin C 5,4 ppm, (3) uji antiglaukoma dengan beberapa variasi dosis madu kelulut dapat menurunkan tekanan intraokuler pada tikus dengan dosis 40 ppm terhadap mata kiri dan mata kanan, (4) uji asam urat dengan beberapa variasi dosis madu kelulut dapat menurunkan kadar asam urat tinggi (Hiperurisemia) pada tikus dengan dosis 100mg/kgBB. Kesimpulan dari penelitian ini madu kelulut mengandung alkaloid, flavonoid dan flavon sehingga memiliki  aktivitas antioksidan sangat kuat (</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96070</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-17 08:32:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-17 15:57:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>