<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96050">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN PATAHAN BERDASARKAN DATA MAGNETIK DI PULAU WEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AFRAHUN NAZIAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S2)</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Metode magnetik merupakan salah satu metode geofisika yang memanfaatkan sifat kemagnetan bumi untuk mengetahui kondisi bawah permukaan. Penelitian ini menggunakan metode magnetik untuk melakukan pemetaan patahan di Pulau Weh. Pengambilan data dilakukan sebanyak 204 titik dengan jarak antar titik 500 meter di seluruh Pulau. Namun, di beberapa titik memiliki akses yang terbatas sehingga sulit dilakukan pengukuran seperti di kawasan hutan dan pegunungan dan area militer yang tidak dapat dimasuki. Pengambilan data dilakukan menggunakan alat Proton Precession Magnetometer  (PPM). Pengolahan data dasar seperti koreksi diurnal dan koreksi International Geomagnetic Reference Field (IGRF) digunakan untuk memperoleh data intensitas magnetik total. Kemudian beberapa transformasi seperti reduksi ke kutub, analitik sinyal, Tilt Derivative dan Horizontal Derivative diterapkan untuk menghilangkan pengaruh inklinasi, deklinasi dan efek regional di lokasi pengukuran yang bertujuan untuk mendapatkan anomali patahan. Transformasi reduksi ke kutub tidak menunjukkan anomali yang dicari. Sedangkan hasil transformasi analitik sinyal, Tilt Derivative dan Horizontal Derivative didapatkan anomali sebanyak 13 patahan. Patahan-patahan tersebut berorientasi pada timur laut- tenggara Pulau Weh. Diperkirakan distribusi patahan tersebut merupakan kontinuitas dari Patahan Sumatera segmen Seulimum.&#13;
Kata Kunci: Patahan, Metode Magnetik, Reduksi Kutub, Analitik Sinyal, Tilt Derivative, Horizontal Derivative.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FAULTS (GEOLOGY)</topic>
 </subject>
 <classification>551.872</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96050</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-16 13:51:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-07-18 09:01:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>