<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96007">
 <titleInfo>
  <title>PENGUATAN PENGETAHUAN PRAKTIK PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK (PMBA) BIDAN PUSKESMAS SAAT PANDEMI COVID-19 DENGAN PENDEKATAN KNOWLEDGE MANAGEMENT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nuril Annissa Niswanto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kegagalan pemenuhan standar emas WHO dalam hal Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) bisa terjadi dalam suatu kedaruratan, termasuk Pandemi Covid-19. Hal ini bisa mengakibatkan perburukan status gizi seperti stunting atau bahkan kematian jika tidak dikelola dengan baik. Bidan puskesmas selaku salah satu profesi tenaga kesehatan terdekat dengan masyarakat adalah edukator kesehatan yang efektif. Penggunaan pendekatan Knowledge Management (KM) berpotensi meningkatkan kapasitas pengetahuan mereka dalam hal PMBA saat Pandemi Covid-19. Penelitian cluster randomized controlled trial ini bertujuan untuk mengidentifikasi efek pendekatan KM pada penguatan pengetahuan bidan puskesmas mengenai PMBA saat Pandemi Covid-19. Total 10 puskesmas di Kota Banda Aceh dirandomisasi ke dalam 1 kelompok kontrol dan 2 kelompok intervensi. Kelompok intervensi yang satu menerima sesi webinar secara umum mengenai PMBA saat Covid-19 sedangkan satu kelompok lagi mendapat sesi FGD dengan pendekatan KM, juga mengenai PMBA saat Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum mendapatkan intervensi, tingkat pengetahuan tiap kelompok relatif mirip pada kelompok kontrol, intervensi webinar dan intervensi FGD, yaitu 68%, 69%, dan 68% secara berurutan. Di akhir penelitian, kelompok intervensi FGD dengan pendekatan KM menunjukkan peningkatan pengetahuan lebih tinggi (83%) dari pada kelompok intervensi webinar (74%). Penguatan pengetahuan para bidan terkait PMBA dalam Pandemi Covid-19 ini sangat penting untuk terus dikembangkan mengingat pandemi ini tampaknya belum akan berakhir dalam waktu dekat. Pendekatan KM melalui berbagai metode, baik FGD maupun yang lain, mungkin bisa menjadi salah satu pilihan yang bisa terus dikembangkan dalam penelitian-penelitian mendatang.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PANDEMICS - SOCIAL EFFECTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FEEDING CHILDREN</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BABY FOOD - FEEDING</topic>
 </subject>
 <classification>303.485</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96007</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-15 15:41:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-16 11:17:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>