RESISTENSI PASANGAN USIA SUBUR TERHADAP KEBIJAKAN KELUARGA BERENCANA (STUDI PADA KECAMATAN INGIN JAYA, KABUPATEN ACEH BESAR) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

RESISTENSI PASANGAN USIA SUBUR TERHADAP KEBIJAKAN KELUARGA BERENCANA (STUDI PADA KECAMATAN INGIN JAYA, KABUPATEN ACEH BESAR)


Pengarang

Yeni Yunita - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Khairulyadi - 197705302010121001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1610101010007

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas FISIPOL., 2021

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kecamatan Ingin Jaya merupakan salah satu kecamatan dengan populasi penduduk terbesar ke dua setelah Kecamatan Darul Imarah. oleh karena itu berbagai sosialisasi dan penyuluhan terus dilakukan oleh BKKBN Aceh Besar. Akan tetapi dari hasil observasi masih banyak masyarakat yang tidak perduli dengan program KB. oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sosialisasi KB dan resistensi masyarakat Ingin Jaya terhadap program KB tersebut. Sedangkan metode yang digunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilakukan sangat jarang serta tidak adanya sanksi membuat masyarakat mengabaikan anjuran untuk menggunakan KB. kemudian dilihat dari kesadaran (motivasi) yang dimiliki oleh agen. Dalam kesadaran diskursif mereka ingin tetap menolak KB dan ingin memiliki banyak anak dikarenakan mereka butuh untuk banyak anak untuk membantu pekerjaan orang tua baik disawah maupun membantu ibu dirumah serta adanya KB juga dapat membuat efek yang tidak baik bagi tubuh si pemakai sehingga membuat mereka putus dalam memakai KB. Namun dalam kesadaran praktis nya mereka yang menolak KB meyakini bahwa anak merupakan bagian dari rezeki di masa depan meskipun mereka tidak dapat merumuskan dengan jelas bagaimana rezeki yang dimaksud, karena disamping mereka juga meyakini bahwa dengan banyak anak maka kebutuhan mereka juga semakin meningkat. Tetapi dalam kesadaran praktis ini mereka tetap meyakini bahwa anak merupakan rezeki dari Allah Swt yang tidak boleh diputuskan dengan pemakaian alat – alat kontrasepsi (KB).

Kata Kunci : Populasi, Diskursif, Praktis, Resistensi

District Jaya Regency is one of the sub-districts with the second largest population after Darul Imarah District. Therefore, various socialization and outreach activities are continuously carried out by the Aceh Besar BKKBN. However, from the observations, there are still many people who do not care about the family planning program. Therefore, this study aims to find out how the socialization of family planning and the resistance of the people of Want Jaya to the family planning program. While the method used is a qualitative method with a descriptive approach. The results showed that socialization was carried out very rarely and the absence of sanctions made people ignore the recommendation to use family planning. then seen from the awareness (motivation) owned by the agent. In their discursive awareness, they want to continue to refuse family planning and want to have many children because they need many children to help their parents work both in the fields and help mothers at home and the existence of family planning can also have an adverse effect on the wearer's body so that they stop using it KB. However, in their practical awareness, those who reject family planning believe that children are part of the future sustenance even though they cannot clearly define what sustenance is, because besides they also believe that with more children, their needs will also increase. But in this practical awareness, they still believe that children are sustenance from Allah SWT which should not be decided by using contraceptives (KB). Keywords: Population, discursive, Practical, Resistance

Citation



    SERVICES DESK