<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9593">
 <titleInfo>
  <title>UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK AKAR PASAK BUMI (EURYCOMA LONGIFOLIA. JACK) PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rumaisa Dhifa Mawaddah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Keamanan penggunaan tumbuhan pasak bumi (Eurycoma longifolia. Jack) belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk menguji toksisitas akut ekstrak akarnya dengan menilai dosis letalis50 (LD50), perkembangan berat badan, gejala-gejala toksisitas dan profil makroskopis organ vital tikus putih. Penelitian eksperimental laboratorik ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan “post-test only with control group design”. Tiga puluh ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan dan betina, galur Wistar, umur ± 3 bulan, berat badan ± 200 g dibagi atas 5 kelompok (n=6). Ekstrak diberikan 1 ml per 200 g berat badan, secara oral dengan dosis tunggal 0, 25, 75, 225 dan 675 mg/ml. Nilai LD50 dihitung berdasarkan metode Weil.CS, perkembangan berat badan menggunakan Analisis Varians satu arah (?=0,05) dan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Gejala-gejala toksisitas dan profil makroskopis organ vital tikus putih dianalisis secara kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak akar pasak bumi tidak toksik (LD50=7498,94 mg/kg BB). Perkembangan berat badan tikus putih terjadi pada dosis, 25, 75 dan 225 mg/ml, sedangkan perilaku menunjukkan potensi toksisitas semakin meningkat dengan peningkatan dosis, kecuali pada aktivitas lokomotor yang mengalami penurunan setelah 3 – 6 jam pemberian ekstrak tersebut. Gejala-gejala toksisitas akibat pemberian ekstrak akar pasak bumi terlihat pada dosis 225 dan 675 mg/ml berupa depresi, pernafasan dangkal, konvulsi, koma dan kematian. Perubahan profil makroskopis organ vital tikus putih terjadi pada dosis tinggi (675 mg/ml) berupa perbesaran pada lambung, hati dan otak. Perubahan warna menjadi lebih gelap terjadi pada ginjal dan hati, sedangkan bercak-bercak putih terjadi pada paru.&#13;
Kata Kunci : Toksisitas akut, akar pasak bumi, antimalaria, afrodisiak</note>
 <subject authority="">
  <topic>TOXICITY TESTING</topic>
 </subject>
 <classification>615.907</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>9593</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-10-13 13:03:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-09-15 12:13:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>