Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK AKAR PASAK BUMI (EURYCOMA LONGIFOLIA. JACK) PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS)
Pengarang
Rumaisa Dhifa Mawaddah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1107101080030
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2011
Bahasa
Indonesia
No Classification
615.907
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Keamanan penggunaan tumbuhan pasak bumi (Eurycoma longifolia. Jack) belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk menguji toksisitas akut ekstrak akarnya dengan menilai dosis letalis50 (LD50), perkembangan berat badan, gejala-gejala toksisitas dan profil makroskopis organ vital tikus putih. Penelitian eksperimental laboratorik ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan “post-test only with control group design”. Tiga puluh ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan dan betina, galur Wistar, umur ± 3 bulan, berat badan ± 200 g dibagi atas 5 kelompok (n=6). Ekstrak diberikan 1 ml per 200 g berat badan, secara oral dengan dosis tunggal 0, 25, 75, 225 dan 675 mg/ml. Nilai LD50 dihitung berdasarkan metode Weil.CS, perkembangan berat badan menggunakan Analisis Varians satu arah (?=0,05) dan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Gejala-gejala toksisitas dan profil makroskopis organ vital tikus putih dianalisis secara kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak akar pasak bumi tidak toksik (LD50=7498,94 mg/kg BB). Perkembangan berat badan tikus putih terjadi pada dosis, 25, 75 dan 225 mg/ml, sedangkan perilaku menunjukkan potensi toksisitas semakin meningkat dengan peningkatan dosis, kecuali pada aktivitas lokomotor yang mengalami penurunan setelah 3 – 6 jam pemberian ekstrak tersebut. Gejala-gejala toksisitas akibat pemberian ekstrak akar pasak bumi terlihat pada dosis 225 dan 675 mg/ml berupa depresi, pernafasan dangkal, konvulsi, koma dan kematian. Perubahan profil makroskopis organ vital tikus putih terjadi pada dosis tinggi (675 mg/ml) berupa perbesaran pada lambung, hati dan otak. Perubahan warna menjadi lebih gelap terjadi pada ginjal dan hati, sedangkan bercak-bercak putih terjadi pada paru.
Kata Kunci : Toksisitas akut, akar pasak bumi, antimalaria, afrodisiak
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK AKAR PASAK BUMI (EURYCOMA LONGIFOLIA JACK) TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS SPERMATOZOA DOMBA WARINGIN (MIRA AYU LESTARI HASIBUAN, 2020)
PEMBERIAN EKSTRAK AKAR PASAK BUMI (EURYCOMA LONGIFOLIA JACK) MENINGKATKAN KONSENTRASI TESTOSTERON DOMBA WARINGIN (NURHAZIMAH, 2020)
AKTIVITAS ANTIDIABETIK EKSTRAK AKAR PASAK BUMI (EURYCOMA LONGIFOLIA JACK) PADA TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR YANG DIINDUKSI DENGAN ALLOKSAN (Iyan Pradinata Hareva, 2016)
KELIMPAHAN PASAK BUMI (EURYCOMA LONGIFOLIA JACK) DAN PEMANFAATANNYA OLEH MASYARAKAT SEKITAR POS PENELITIAN SIKUNDURRNKAWASAN EKOSISTEM LEUSER (Maria Ulfah, 2022)
KUALITAS SPERMATOZOA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) DIABETES MELITUS SETELAH DITERAPI DENGAN EKSTRAK BUAH PARE (MOMORDICA CHARANTIA L.) (Elsa Suarni, 2016)