<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="95925">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN ABU CANGKANG TIRAM SEBAGAI ADSORBEN UNTUK MENGURANGI KADAR FOSFAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Raudhatul Ula</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kelebihan kadar fosfat di perairan menyebabkan eutrofikasi (kondisi perairan dengan warna air kehijauan atau keruh) dan terjadinya blooming fitoplankton yang menyebabkan kematian berbagai jenis biota perairan. Salah satu upaya untuk meminimalisir dampak fosfat adalah metode adsorpsi. Cangkang tiram adalah salah satu adsorben yang dapat digunakan karena mengandung 80-95% CaCO3 yang menunjukkan kadar mineral atau abu yang tinggi. Dalam penelitian ini cangkang tiram sebanyak 3 kg yang diperoleh dari Gampong Tibang dibersihkan dan dijemur di bawah sinar matahari. Selanjutnya cangkang tiram dihaluskan hingga diperoleh serbuk cangkang tiram yang telah lolos ayakan 100 mesh sebanyak 742,5 g. Kemudian serbuk cangkang tiram dikeringkan menggunakan oven pada suhu 105oC hingga berat serbuk konstan. Selanjutnya cangkang tiram dikalsinasi menggunakan furnace pada suhu 900oC selama 4 jam untuk menghasilkan abu cangkang tiram (adsorben CaO). Kemudian adsorben tersebut dikarakterisasi menggunakan XRD dan SEM. Hasil uji SEM menunjukkan banyak pori-pori yang terbentuk dengan luas permukaan rata-rata pori adsorben adalah 9,9 μm. Hasil uji XRD menunjukkan bahwa atom-atom tersusun secara teratur dan memiliki bentuk kristal. Adsorben abu cangkang tiram diuji penyerapannya terhadap fosfat dalam larutan berair dan diperoleh kondisi optimum terjadi pada pH 5, waktu kontak 55 menit, massa adsorben 0,1 g dan konsentrasi 210 mg/L. Pengujian isoterm adsorpsi dilakukan menggunakan isoterm Langmuir dan Freundlich, dari kedua jenis isoterm tersebut yang paling sesuai dengan proses adsorpsi fosfat menggunakan adsorben abu cangkang tiram adalah isoterm Freundlich dengan nilai R2 yaitu 0,981.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ADSORBENT CARCOALS</topic>
 </subject>
 <classification>662.93</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>95925</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-13 16:19:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-14 10:23:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>