<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9590">
 <titleInfo>
  <title>UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ROSELLA TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI MULTI-DRUG RESISTANT YANG BERPOTENSI SEBAGAI PENYEBAB INFEKSI NOSOKOMIAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Teguh AgaM Meutuah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>infeksi nosokomial masih menjadi masalah kesehatan diseluruh dunia dimana Acinetobacter baumannii telah menjadi bagian dalam meningkatnya kasus infeksi. salah satu tanaman yang mempunyai kegunaan sebagai antibakteri adalah Rosela (Hbiscus Sabdariffa Linn). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak etanol mahkota rosela dapat menghambat pertumbuhan bakteri Acinetobacter baumannii dan berapakah konsentrasi yang paling efektif. Metode penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang dibagi atas 6 kelompok. kelompok perlakuan terdiri dari ekstrak etanol rosela 20%, 40%, 60% dan 80%. sementara itu sebagai kontrol positif menggunakan Carboxymethyl Cellulose (CMC) 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrek dalam berbagai konsentrasi mampu menghambat pertumbuhan Acinetobacter baumannii. Setiap konsentrasi menunjukka diameter daya hambat rata-rata berturut-turut sebesar 16,2mm, 18,2mm, 22,2mm, dan 23,6mm. sedangkan kontrol positif dan negatif berturut-turut sebesar 10,6 mm dan 5mm. dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa konsentrasi terkecil yaitu 20% dapat dikategorikan memiliki aktivitas antibakteri yang kuat berdasarkan Klasifikasi Davis &amp; Stout.</note>
 <subject authority="">
  <topic>MEDICINAL PLANTS</topic>
 </subject>
 <classification>615.321</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>9590</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-10-13 12:44:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-09-15 12:07:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>