HUBUNGAN KADAR β-HCG PADA KEHAMILAN ≥ 20 MINGGU DENGAN KEJADIAN PERSALINAN PREMATUR DI FASILITAS KESEHATAN BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

HUBUNGAN KADAR β-HCG PADA KEHAMILAN ≥ 20 MINGGU DENGAN KEJADIAN PERSALINAN PREMATUR DI FASILITAS KESEHATAN BANDA ACEH


Pengarang

Rizky Alfajar - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Hilwah Nora - 197311072003122002 - Dosen Pembimbing I
Cut Meurah Yeni - 196507241996012001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1707601030002

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan / PDDIKTI : 11708

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

618.397

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar β-hCG pada kehamilan ≥ 20 minggu dengan persalinan prematur di seluruh Puskesmas di kota Banda Aceh
Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan kohort. Sampel penelitian diambil dengan teknik non probability sampling dengan pendekatan Quota sampling. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh wanita yang melakukan ANC di seluruh Puskesmas di kota Banda Aceh pada tanggal 20 April 2021 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisa data dengan uji korelasi Chi-Square untuk menilai kekuatan hubungan kedua variabel.
Hasil: Sebanyak 187 orang telah memenuhi kriteria inklusi. Didapatkan kadar β- hCG yang dilakukan pengelompokan dengan MoM sehingga terdapat kelompok rendah, normal dan tinggi. Perhitungan dengan standart error of mean memberikan rentang normal kadar β-hCG yang menggambarkan populasi ibu hamil di kota Banda Aceh yakni trimester II antara 11.366-46.078 mIU/mL dan trimester III antara 11.976-41.444 mIU/mL. Dengan menggunakan kurva ROC didapatkan titik potong kadar β-hCG pada trimester II 15.686 mIU/mL menggambarkan sensitivitas sebesar 93,3% dengan spesifitas 77,4% dalam memprediksi kejadian prematur. Sedangkan kadar β-hCG pada trimester III sebesar 7.002 mIU/mL menggambarkan sensitivitas sebesar 70% dengan spesifitas 84%. Dalam analisis bivariat dengan uji korelasi Chi-Square didapatkan p-value = 0,000. Ibu hamil dengan kadar β-hCG rendah akan berisiko mengalami kejadian prematur lebih dari 6 kali lipat dibandingkan ibu dengan kadar β-hCG normal atau tinggi (RR 6,38, 95% CI 2,6-15,1).
Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa kadar β-hCG rendah berisiko mengembangkan persalinan prematur.
Kata kunci: kadar β-hCG, kejadian prematuritas

Objective: This study aims to determine the relationship between β-hCG levels in pregnancies with a gestational age of over 20 weeks with premature delivery in all public health centers in the city of Banda Aceh. Method: This type of research is analytic observational with a cohort approach. The research sample was taken using a non-probability sampling technique with a Quota sampling approach. The population in this study are women who did ANC in all Public Health Centres in Banda Aceh on April 20th 2021 who met the inclusion and exclusion criteria. Data analysis with Chi-Square correlation test was conducted to assess the strength of the relationship between the two variables. Results: A total of 187 people met the inclusion criteria. The levels of β-hCG were obtained by grouping with MoM so that there were low, normal and high groups. Calculations with standard error of mean provided the range of values of β-hCG levels among the population of pregnant women in the city of Banda Aceh, namely the second trimester between 11.366-46.078 mIU/mL and the third trimester between 11.976-41.444 mIU/mL. Using ROC curve obtained point cut levels of β- hCG on a trimester II 15.686 miu / ml describe sensitivity of 93,3 % with spesifitas 77,4 % in predict events premature While levels of β-hCG on a trimester III of 7.002 miu / ml describe sensitivity of 70 % with spesifity 84 %. In bivariate analysis with Chi-Square correlation test, p-value = 0.000 was obtained. Pregnant women with low levels of β-hCG will be at higher risk of premature labour more than 6 times compared to women with normal or high levels of β- hCG (RR 6.38, 95% CI 2.6-15.1). Conclusion: Based on the results of this study, it can be concluded that low levels of hCG is correlated with the risk of preterm labor. Keywords: hCG levels, incidence of prematurity

Citation



    SERVICES DESK