<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="95857">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN DESFLURAN DENGAN PROPOFOL SEBAGAI RUMATAN TERHADAP WAKTU PULIH SADAR PADA PASIEN DENGAN ANESTESI UMUM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>dr. Wahyuni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar belakang : Penggunaan obat-obatan perioperative sangat berpengaruh terhadap hasil luaran pasien yang menjalani pembedahan dengan general anestesi. Penggunaan obat durasi panjang akan menyebabkan pasien sulit untuk pulih sadar sehingga bisa memicu terjadinya delirium pascaoperasi.&#13;
Tujuan penelitian : Adanya perbandingan efektivitas kedua obat tersebut terhadap waktu pulih sadar akan memberikan gambaran agen anestesi mana yang terbaik dalam menciptakan metode pembiusan yang ideal pada pasien dengan anestesi umum.&#13;
Metode penelitian : Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Rancangan penelitian, yaitu cross sectional menggunakan uji buta acak ganda (double blind randomized trial). Subyek penelitian adalah pasien bedah elektif yang menjalani prosedur anestesi umum di IBS RSUDZA. Subyek penelitian akan dibagi ke dalam dua kelompok, Kelompok D adalah kelompok yang mendapatkan rumatan Desfluran 6-8% MAC dan kelompok P adalah kelompok yang mendapatkan rumatan Propofol TCI Sneider effect concentration dengan dosis 4-6 mcg/ml. Waktu pulih sadar ditentukan sejak obat rumatan desfluran atau propofol dihentikan sampai pasien respons membuka mata spontan atau dengan rangsang verbal pada saat dipanggil nama. Perhitungan waktu pulih sadar menggunakan stopwatch. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap waktu pulih sadar (p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ANESTHESIOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>617.96</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>95857</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-10 15:25:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-07-25 11:33:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>