<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="95824">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KETERLAMBATAN PENETAPAN ALATRNKELENGKAPAN DEWAN (AKD) DEWANRNPERWAKILAN RAKYAT ACEH (DPRA) PERIODERN2019-2024</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ANGGA RAMADHANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FISIPOL</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Alat kelengkapan Dewan (AKD) mempunyai tugas membantu&#13;
kelembagaan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) di setiap&#13;
pembuatan kebijakan. Seharusnya penetapan AKD tepat waktu, namun&#13;
hal ini tidak terjadi karena berbagai kondisi yang diduga adanya&#13;
kepentingan anggota legislatif dan elit partai. Proses pembentukan AKD&#13;
DPRA periode 2019-2024 mengalami beberapa penundaan, hingga&#13;
Januari 2020, sehingga berpengaruh kepada tugas dan fungsi DPRA itu&#13;
sendiri, pengawasan, legislasi dan anggaran. Penelitian ini bertujuan&#13;
untuk mengetahui faktor keterlambatan penetapan AKD, dan untuk&#13;
mengetahui dampak keterlambatan penetapan AKD DPRA Periode&#13;
2019-2024. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan&#13;
kualitatif deskriptif, dan data dikoleksi melalui dokumentasi, observasi,&#13;
dan wawancara. Penelitian menggunakan teori Kekuasaan dan Konsep&#13;
legislatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan penetapan&#13;
AKD DPRA Periode 2019-2024 disebabkan beberapa faktor&#13;
diantaranya adalah terbentuknya Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) dan&#13;
Non Koalisi di DPRA, kepentingan elit partai politik, beda&#13;
kesepahaman antar anggota legislatif terhadap PP Nomor 12 tahun&#13;
2018. Dampak keterlambatan penetapan AKD terhadap fungsi DPRA&#13;
Periode 2019-2024 adalah adanya dampak terhadap fungsi merumuskan&#13;
kebijakan (legislasi), dan fungsi pengawasan (oversight), sedangkan&#13;
terhadap fungsi mengalokasikan sumberdaya (budgeting). tidak&#13;
berdampak secara langsung karena penetapan APBA tahun 2020 telah&#13;
disahkan oleh DPRA periode sebelumnya. Kesimpulan dari penelitian&#13;
ini adalah perebutan kekuasaan antara koalisi KAB dan non koalisi di&#13;
DPRA terkait dengan perebutan posisi strategis didalam AKD membuat&#13;
penetapan AKD DPRA periode 2019-2024 menjadi terlambat sampai&#13;
april 2020 bahkan badan kehormatan baru dibentuk pada September&#13;
2020, ini membuktikan bahwa DPRA lebih mementingkan kepentingan&#13;
kelompok lebih penting dari pada kepentingan rakyat.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>95824</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-09 14:33:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-09 15:31:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>