<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="95725">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DENGAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PENYAKIT EPILEPSI DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fatimah Nuzhatuddin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Epilepsi merupakan penyakit neurologis yang dapat mengenai setiap orang dari berbagai jenis usia, ras, tingkat sosial, dan wilayah. Epilepsi disebabkan oleh pelepasan abnormal neuron pada otak yang ditandai dengan kejang. Epilepsi seringkali dikelilingi oleh prasangka dan mitos, disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat yang dikaitkan dengan sikap dan keyakinan negatif sebagai suatu stigma terhadap penderita epilepsi sehingga dapat mempengaruhi psikologis yang berdampak pada menurunnya kualitas hidup penderita epilepsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik demografi dengan pengetahuan masyarakat terhadap penyakit epilepsi di Kota Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah masyarakat Kota Banda Aceh yang ditentukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah sampel 312 responden yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner secara online melalui googleform. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Chi-square, Mann-Whitney, Kruskal-Wallis, dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan responden adalah sedang sebesar 48,7%. Dari hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara jenis kelamin, suku, tingkat pendidikan, dan pekerjaan dengan pengetahuan epilepsi dan tidak ada hubungan antara usia dan riwayat keluarga dengan pengetahuan epilepsi pada masyarakat Kota Banda Aceh.&#13;
Kata Kunci: Epilepsi, Pengetahuan, Masyarkat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EPILEPSY - DISEASES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>NERVOUS SYSTEM DISEASES - INCIDENCE</topic>
 </subject>
 <classification>614.598</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>95725</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-07 08:31:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-07 15:37:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>