RAPA-I DEBUS MENURUT AJARAN ISLAM DI KABUPATEN NAGAN RAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

RAPA-I DEBUS MENURUT AJARAN ISLAM DI KABUPATEN NAGAN RAYA


Pengarang

Herawati - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0261230008

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2009

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kata Kunci: Ajaran Islam dan Rapa-i Debus
Sejarah Rapa-i Debus berasal dari tanah Arab yang berarti benda tajam. Di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Secara struktural Rapa-i Debus dalam abstraksinya dipimpin oleh seorang Syech yang bergelar "Khalifah" yaitu seorang yang dipercayakan oleh para anggota (Aneuek Daboeh) yang mempunyai kemampuan untuk mengkordinir, mengawasi, mengendalikan dan memimpin seluruh para anggota Syech (Aneuek Daboeh) pada saat Rapa-i Debus tersebut dipentaskan. Adapun masalah yang dihadapi dalam penelitian ini adalaah Bagaimanakah pandangan ulama tentang Rapa-i Debus di Kabupaten Nagan Raya dan Apakah dasar-dasar yang menguatkan pandangan ulama Tentang Pergelaran Rapa-i Debus di Kabupaten Nagan Raya. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penulisan Skripsi ini adalah berupa pendekatan kualitatif hal tersebut di dasarkan kepada alasan bahwa yang menjadi objek kajian penulis adalah berupa mencari dan menemukan informasi, fakta dan data atau pengetahuan yang berhubungan dengan pandangan atau pendapat tentang sesuatu fenomena atau gejala yang yang telah terjadi, yaitu tentang pandangan para ulama tentang Rapa-i Debus di Kabupaten Nagan Raya. Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa latar belakang yang mendasari lahirya Rapa-I Debus di wilayah Kabupaten Nagan Raya tidak terlepas dari peran para ajaran Islam yang datang dari Arab untuk melaksanakan penyebaran Agama Islam di Aceh. Namun dalam perkembangannya berbagai bentuk seni dan tari-tarian tersebut terus mengalami perkembangan dan pembaharuan. Rapa-I Debus di Aceh, pada awalnya perkembangan berasal dari Aceh Selatan tepatnya di Desa Pasi Kecamatan Bakongan dan masyarakat sangat antusias dalam memberi respon terhadap pergelaran Rapa-I Debus karena tujuan yang ingin disampaikan dalam pergelaran Rapa-I Debus tersebut yaitu sangat relevan dengan adat dan budaya masyarakat Aceh dimana segala sesuatu kegiatan selalu dikaitkan dengan nilai-nilai agama. Oleh karena tujuan dari Rapa-i Debus untuk mensyiarkan islam maka masyarakat sangat antusias menyambut kedatangan Rapa-i Debus. Adapun kesepakatan ajaran Islam dikabupaten Nagan Raya umumnya memperbolehkan pergelaran rapa-I Debus sebagaimana yang telah dibahas dalam dalam bab pembahasan. Adapun yang menjadi kesimpulan dalam penelitian ini adalah para ulama di Kabupaten Nagan Raya tidak melarang Rapa-i Debus tersebut untuk dipentaskan. Karena pada dasarnya rapai debus itu sudah ada sejak dahulu kala dan pada saat itu para ajaran Islam terkemuka tidak melarang rapai debus dipentaskan. Selain itu Rapa-i Debus itu sudah merupakan bahagian dari Kebudayaan Daerah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Karena melalui pergelaran Rapa-i Debus tersebut dapat dijadikan sebagai ajang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitasnya dalam mengembangkan pentas seni budaya lokal umumnya di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan di Kabupaten Nagan Raya pada khususnya.




Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK