Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STRATEGI MILITER DALAM PENYELESAIAN PEMBERONTAKAN DI/TII DI ACEH TAHUN 1953-1959
Pengarang
INDAH MUNADIA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Mawardi - 196803281993031001 - Dosen Pembimbing I
T. Bahagia Kesuma - 198906262019031014 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
1606101020037
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Sejarah (S1) / PDDIKTI : 87201
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
959.811
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Munadia, Indah. 2021. “Strategi Militer dalam Penyelesaian Pemberontakan DI/TII
di Aceh Tahun 1953-1959”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:
(1). Drs. Mawardi, M.Hum., M.A., (2) T. Bahagia Kesuma, S.Pd., M.Pd
Kata Kunci: Strategi Militer, Penyelesaian, Pemberontakan DI/TII di Aceh
Penelitian yang berjudul Strategi Militer dalam Penyelesaian Pemberontakan DI/TII
di Aceh Tahun 1953-1959 ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan penerapan
strategi militer apa saja yang digunakan dalam penyelesaian pemberontakan DI/TII
di Aceh, (2) Menjelaskan dampak dari Pemberlakuan Daerah Berbantuan Militer
(Militaire Bijstand) dan Penerapan Konsepsi Prinsipil Bijaksana terhadap
penyelesaian pemberontakan DI/TII di Aceh tahun 1953-1959. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan bantuan metode sejarah. Adapun teknik
penggumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi, tinjauan pustaka dan
wawancara. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) Pemberlakuan Daerah
Berbantuan Militer (Militaire Bijstand) menjadi strategi pertama yang diterapkan
dengan mengirim pasukan dan alat bersenjata untuk mengamankan kondisi di Aceh,
kemudian strategi militer selanjutnya yang diterapkan bernama Konsepsi Prinsipil
Bijaksana yang menjadi awal baru bagi penyelesaian pemberontakan di Aceh.
Keberhasilan konsepsi ini akhirnya terbukti dengan terjalinnya kesepakatan Ikrar
Lamteh, (2) Pembangunan pasca penyelesaian pemberontakan DI/TII terjadi dari
berbagai sektor di Aceh yaitu sektor perekonomian rehabilitasi provinsi merupakan
program rancangan segera setelah KDMA dibentuk, Syamaun Gaharu terus
mengintensifkan perdagangan barter perkembangan ini akhirnya berdampak dengan
terbukanya lapangan kerja baru sehingga berhasil mengurangi angka pengangguran
dalam masyarakat, dalam sektor pembangunan terlihat diperbaiki jalan utama, irigasi
serta jembatan untuk keperluan transportasi yang baik sejalan dengan bangkitnya
perekonomian masyarakat, kemudian dari sektor pendidikan yang telah menjadi citacita
lama bagi seluruh rakyat Aceh, akhirnya berhasil terwujud dengan hadirnya
Kopelma Darussalam dan berdirinya lembaga Fakultas Ekonomi sebagai cikal bakal
lahirnya Universitas Syiah Kuala yang menjadi kebanggaan bagi masyarakat Aceh.
Dalam bidang pemerintahan, Aceh diberikan kesempatan untuk mengurus
kepentingannya sendiri sebagai Daerah Istimewa Aceh, dan hadirnya Kodam di Aceh
yang merupakan pergantian dari KDMA.
POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KEDISIPLINAN BELAJAR ANAK DENGAN PRESTASIBELAJAR (STUDI KOMPARATIF DISIPLIN ANAK MILITER DAN NON-MILITER DI SMP NEGERI 3 KOTA BANDA ACEH) (NURHALIMAH, 2020)
DAMPAK PEMBERONTAKAN DI/TII ACEH TERHADAP PERKEMBANGAN PASAR TRADISIONAL KEUDE GAROT KECAMATAN INDRAJAYA KABUPATEN PIDIE, 1953 – 1994 (TEUKU MUNAWAR, 2022)
ANALYSIS OF THE IMPLEMENTATION OF DISTINCTION PRINCIPLE RELATED TO THE USE OF DRONES AS MILITARY WEAPON BY UNITED STATES BASED ON INTERNATIONAL HUMANITARIAN LAW (RAUZATUL JANNAH, 2021)
TANGGUNG JAWAB PRIVATE MILITARY COMPANIES DALAM HUKUM INTERNASIONAL (Febi Karina, 2014)
PERBANDINGAN LATAR BELAKANG LAHIRNYA GERAKAN DI/TII (1953) DENGAN GERAKAN ACEH MERDEKA (1976) (Yuliza Afrina, 2024)