<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="95608">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENGARUH FENOMENA INDIAN OCEAN DIPOLE (IOD) TERHADAP CURAH HUJAN DI ACEH SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RATNA PERMATASARI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) terhadap curah hujan di tiga kabupaten Aceh Selatan. Analisis pengaruh fenomena IOD terhadap curah hujan di Aceh Selatan, dilakukan menggunakan data Dipole Mode Index (DMI) dan curah hujan selama lima tahun (2016 sampai 2020) pada daerah Labuhan Haji Barat, Tapak Tuan, dan Bakongan. Metode penelitian ini menggunakan analisis korelasi untuk mencari hubungan antara IOD dan curah hujan pada lokasi tersebut serta analisis komponen utama dilanjutkan dengan analisis gerombol. Peristiwa IOD pada fase negatif terjadi pada tahun 2016 dan IOD positif terjadi pada tahun 2017, 2018, 2019, 2020. Nilai DMI positif yang paling kuat terjadi pada bulan Oktober 2019 yaitu 1.123˚C, sedangkan nilai DMI negatif yang paling kuat terjadi pada bulan Juli 2016 yaitu 0.661˚C. Secara umum kecamatan Labuhan Haji Barat, Tapak Tuan, dan Bakongan memiliki karakteristik curah hujan selalu tinggi. Curah hujan di Labuhan Haji Barat tertinggi tercatat pada bulan Januari 2017 sebesar 1014 mm/bulan, sedangkan curah hujan di Tapak Tuan tertinggi tercatat pada bulan November 2017 sebesar 1073 mm/bulan dan Curah hujan di Bakongan tertinggi tercatat pada bulan Juli 2020 sebesar 605 mm/bulan. Korelasi antara DMI dan curah hujan di tiga lokasi berbeda-beda. Fenomena IOD mempengaruhi curah hujan yang ada di Labuhan Haji Barat, Tapak Tuan, dan Bakongan walaupun sangat kecil. Di Labuhan Haji Barat korelasi yang tertinggi pada lag 1 yaitu +0.188, di Tapak Tuan korelasi yang tertinggi pada lag 2 yaitu +0.156, sedangkan di Bakongan korelasi yang tertinggi terjadi pada lag 2 yaitu -0.191. Korelasi ketiga lokasi termasuk kedalam korelasi yang lemah. Fenomena IOD bukan merupakan faktor utama dalam pembentukan curah hujan di Labuhan Haji Barat, Tapak Tuan, dan Bakongan.&#13;
Kata kunci : Indian Ocean Dipole, curah hujan, analisis korelasi, Labuhan Haji Barat, Tapak Tuan, dan Bakongan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>RAINFALL</topic>
 </subject>
 <classification>551.577</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>95608</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-11-26 17:02:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-11-29 12:10:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>