<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="95597">
 <titleInfo>
  <title>PERANAN  EKSPOR DAN IMPOR  TERHADAP  PENDAPATAN  NASIONAL INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yoan Dedy Kusuma</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian  ini dilakukan  untuk  mengetahui   peranan  ekspor  dan  impor  terhadap pendapatan   nasional  (PDB)  dan  pengaruh  tingkat  kurs,  nilai  ekspor  dari  negara  tujuan AS dan  Jepang  serta  PDB  terhadap  ekspor  dan  impor  Indonesia    Data  yang  digunakan dalam   penelitian    ini  adalah   data   sekunder   yang   bersumber    dari   berbagai   laporan publikasi   dari  Bank  Indonesia,   Statistik   Departemen   Perdagangan,    dan  Badan  Pusat Statistik  (BPS).  Untuk  analisa  regresi  berganda  yang  menjadi   independent   variabelnya adalah   tingkat   kurs  (ER),   nilai  ekspor   negara   tujuan   AS  dan  Jepang   (PDB•)    serta Produk  Domestik   Bruto  (PDB).  Sedangkan   dependent   variabelnya   adalah  ekspor  (X) dan  impor  (M)  yang  datanya   diperlihatkan    dalam  rata-rata   triwulan.dari   tabun  2000 sampai  2008.&#13;
Hasil  persamaan  ekspor  yang  diperoleb  adalah  X =  -11154.  + 1.7526   ER  +&#13;
3.2627  PDB•.  Konstanta  sebesar  -11154  merupakan  nilai ekspor, jika  tingkat  kurs (ER) dan PDB•  dari  negara  tujuan  AS dan Jepang  dianggap  konstan  (nol).   Koefisien  tingkat kurs  adalah  1,7526 yang  berarti  bahwa apabila  PDB•  dari negara  tujuan  AS dan Jepang konstan,  setiap  kenaikan  kurs rupiah  terbadap  ekspor  sebesar  1 persen  , akan  menaikkan ekspor  sebesar  1,7526 persen.  Koefisien  PDB•  dari  negara  tujuan  AS dan Jepang  yaitu&#13;
3,2627  yang  berarti  bahwa  apabila  tingkat  kurs   konstan,    setiap  kenaikan   POB•   dari negara  tujuan  AS  dan  Jepang  sebesar    1 persen  akan  mengakibatkan    kenaikan   ekspor sebesar  3,2627  persen,  Koefisien   korelasi  (R)  sebesar  0,805    menggambarkan    bahwa variabel   ekspor    sangat  erat  hubungannya   dengan   variabel   tingkat   kurs dan  variabel PDB•     dari negara  tujuan  AS  dan  Jepang  yaitu  80,5  persen.   Koefisien    R2  Adjusted sebesar 0,6359  menunjukkan  bahwa sekitar 63,59 persen variasi dalam variabel ekspor dijeJaskan   secara  bersama-sama    oleh  variabel   tingkat  leurs   dan  variabel   PDB•   dari negara  tujuan  AS dan  Jepang.  Dari  basil  uji  F   diperoleh    Fhitung &gt;  Ftabcl   yaitu  31.567  &gt;&#13;
2.60 menunjukkan   variabel  tingkat  kurs dan variabel  PDB•  dari  negara  tujuan  Amerika&#13;
Serikat  dan  Jepang    dikatakan   berpengaruh   signifikan   terbadap  variabel   ekspor.  Hasil persamaan   impor diperoleh  adaIah  M = -32837.  + 1.2097 ER + 0.85388  PN. Konstanta sebesar   -32837.   merupakan   nilai   impor,  jika  tingkat   kurs  (ER)  dan  PDB   dianggap konstan.   Koefisien  tingkat  kurs    yaitu   1.2097  yang  berarti bahwa saat  PDB  konstan, setiap    kenaikan    tingkat    kurs    rupiah    terhadap    dollar    sebesar     1   persen,    akan mengakibatkan   kenaikan   impor  sebesar   1,2097  persen.  Koefisien   PDB  yaitu  0,85388. Apabila  tingkat  leurs diasumsikan   konstan,  maka  setiap  kenaikan  PDB  sebesar  1 persen akan  mengakibatkan    kenaikan   impor  sebesar   0,85388   persen.   Koefisien   korelasi   (R) sebesar  0,834 menggambarkan    bahwa  variabeJ  impor   sangat  erst hubungannya   dengan variabel  tingkat  leurs dan variabel  PDB yaitu 83,4 persen.  Koefisien  R2 Adjusted  sebesar&#13;
0,6932      memmjukkan    bahwa   sekitar   69,32   persen   variasi   dalam   variabel    impor dijelaskan  secara  bersama-sama   oleh variabel  tingkat  leurs dan variabel  PDB.  Dari basil uji F  diperoleh    Fhitung &gt;  Ftabel yaitu  40.549  &gt;  2.60  menunjukkan     variabel  tingkat  kurs dan variabel  PDB dikatakan  berpengaruh  signifikan  terhadap  variabel  impor.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>INCOME</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>INTERNATIONAL TRADE</topic>
 </subject>
 <classification>339.32</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>95597</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-11-26 15:17:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-09 14:27:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>