Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH RUMPON TERHADAP FISHING GROUND SERTA KARAKTERISTIK KLOROFIL-A DI PERAIRAN UTARA ACEH
Pengarang
SRI INDAH LESTARI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Haekal Azief Haridhi - 198712172014041001 - Dosen Pembimbing I
Chitra Octavina - 198910202015042001 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
1711101010028
Fakultas & Prodi
Fakultas Kelautan dan Perikanan / Ilmu Kelautan (S1) / PDDIKTI : 54241
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2021
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Rumpon merupakan suatu alat untuk menarik gerombolan ikan pelagis agar berkumpul disekitar rumpon. Saat ini, banyak nelayan meletakkan rumpon sebagai upaya aktivitas penangkapan yang lebih menguntungkan, sementara itu peletakan rumpon cenderung didasari dengan nilai kedalaman suatu perairan. Dalam penelitian ini, parameter oseanografi klorofil-a dinilai keterkaitannya dengan wilayah rumpon dan fishing ground. Dalam kurun waktu 12 bulan pada tahun 2014, 2017, dan 2021, data klorofil-a yang diperoleh dari citra Aqua Modis diekstrak dan dianalisa dengan menggunakan Generic Mapping Tools (GMT) dan ditampilkan dengan Visual Studio Code (VSC). Validasi lokasi rumpon dan fishing ground, dilakukan dengan mengikuti prosedur Rapid Appraisals of Fisheries Management System (RAFMS). Penelitian ini dilakukan di 5 desa sentra perikanan di perairan utara Aceh, yaitu Mon Ikeun, Lamteungoh, Ulee Lheue, Alue Naga, dan Lampulo. Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2021. Lokasi penelitian dan responden ditentukan melalui metode purposive sampling. Pada validasi, diperoleh 50 responden dengan jenis aktivitas penangkapan ikan oleh nelayan yang menggunakan rumpon dan tidak menggunakan rumpon tersebar di 5 desa tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan rumpon mempengaruhi fishing ground menjadi semakin jauh dan hasil tangkapan menjadi berkurang dikarenakan ikan lebih tertarik berada disekitar rumpon, sehingga mengganggu ruaya alami ikan. Sementara itu, konsentrasi klorofil-a tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap wilayah fishing ground, sebagaimana konsentrasi klorofil-a di perairan utara Aceh mengalami perubahan signifikan pada bulan November 2014-2017 yaitu 1,2-1,6 mg/m3 sekitar 90-100% di sepanjang Pantai Alue Naga sampai Lhoknga. Sedangkan konsentrasi klorofil-a pada bulan September tahun 2017-2020 mengalami perubahan lebih sedikit yaitu 0-0,4 mg/m3 sekitar 0-10% terjadi di sekitar Pulo Aceh dan Pulau Weh. Hasil uji statistik menggunakan regresi linier sederhana, diperoleh koefisien determinasi (R2) berkisar antara 0.6 - 5% klorofil mempengaruhi hasil tangkapan pada rumpon dan diduga 95 - 99.4% dipengaruhi oleh faktor lain.
Kata Kunci: rumpon, fishing ground, klorofil-a, perairan utara Aceh.
Fish Agregating Devices (FADs) is a tool to attract a swarm of pelagic fish to gather around it. Currently, many fishermen place FADs as a high yield fishing activity, while the placement of FADs are based on the depth of concerned water. In this study, one of the oceanographic parameters named chlorophyll-a were assessed it’s relation properties to FADs and fishing ground areas. During 12 months period in 2014, 2017, and 2021, the chlorophyll-a data obtained from Aqua Modis images were extracted and analyzed using Generic Mapping Tools (GMT) and displayed using Visual Studio Code (VSC). Validation of FADs and the fishing ground locations are carried out by following the Rapid Appraisals of Fisheries Management System (RAFMS) procedure. This research was conducted in 5 fishing villages in the northern waters of Aceh, namely Mon Ikeun, Lamteungoh, Ulee Lheue, Alue Naga, and Lampulo. This study was conducted from June to July 2021. The research location and respondent were determined through the purposive sampling method. On the validation step, we obtained 50 respondents with utilize and non-utilize FADs during their fishing activities correspond to the surveyed villages. The results indicate shown that the use of FADs affects the fishing ground to be further away and the amount of catch is reduced because fish are more attracted to being around FADs, thus disturbing the natural migration of fish. Meanwhile, the concentration of the chlorophyll-a did not significantly affect the fishing ground areas, as the concentration of chlorophyll-a in the northern waters of Aceh experienced a significant change in November 2014-2017, with value 1.2-1.6 mg/m3 around 90-100% along Alue Naga Beach to Lhoknga. While the concentration of chlorophyll-a in September 2017-2020 experienced a slight change, namely 0-0.4 mg/m3 around 0-10% occurred around Aceh and Weh islands. The statistical tests using simple linear regression, shown that the coefficient of determination (R2) ranges from 0.6 - 5% chlorophyll affects the catch on FADs and it is suspected that 95 - 99.4% is influenced by other factors. Keywords: FADs, fishing ground, chlorophyll-a, northern waters of Aceh.
ANALISIS SEBARAN SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KLOROFIL-A TERHADAP WILAYAH FISHING GROUND PADA MUSIM BARAT DI PERAIRAN UTARA ACEH (SAIFUL ANWAR, 2022)
PENGARUH RUMPON TERHADAP HASIL TANGKAPAN PURSE SEINE DI PERAIRAN UTARA ACEH (Munzir, 2018)
PENGARUH SEBARAN SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KLOROFIL-A TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN PADA PERIODE JJA (JUNI, JULI, AGUSTUS) DI PERAIRAN UTARA ACEH (Meily Rionita, 2021)
INTERPRETASI CITRA REMOTE SENSING SEA WIFS DAN MODIS UNTUK PENENTUAN POTENSI FISHING GROUND DI LAUT UTARA ACEH (Mirna Ria Andini, 2024)
PEMETAAN DAERAH POTENSIAL PENEMPATAN RUMPON DI PERAIRAN ACEH JAYA (NOVAL RACHMADSYAH PUTRA, 2024)