PERAN POLITIK ABRI PADA MASA ORDE BARU DI ACEH (1967-1998) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERAN POLITIK ABRI PADA MASA ORDE BARU DI ACEH (1967-1998)


Pengarang

Wendika - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0706101020014

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Sejarah (S1) / PDDIKTI : 87201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Sesuai dengan judul yang diangkat yaitu "Peran Politik ABRI Pada Masa Orde Baru di Aceh (1967-1998) ", maka tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui peranan politik ABRI masa orde baru di Aceh (1967-1998), (2) untuk mengetahui bagaimana eksistensi ABRl dalam perpolitikan di Aceh dan bagaimana pula dampak dari keterlibatan ABRI dalam bidang politik di Aceh. Dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan metode historis. Dalam pengumpulan data dilakukan dengan penelitian kepustakaan (library research). Berdasarkan basil penelitian dapat diketahui bahwa : (1) peranan politik ABRI masa orde baru di Aceh (1967-1998) sangat menonjol setelah ABRI diberlakukan dwifungsi. Kemudian terjadinya penyalahgunaan kekuasaan oleh ABRl, yaitu ABRI memanfaat status dwifungsinya untuk kepentingan politik pemerintahan Presiden Soeharto. Akibat penyelewengan serta penyalahgunaan kekuasaan, ABRl menjadi alat penguasa dan juga ikut mendukung partai Golkar dalam kemenangannya. ABRl juga bebas melakukan tindakan apa saja yang tidak akan dijerat bukum. (2) Dampak dari keterlibatan ABRl dalam bidang politik di Aceh ada dua, yaitu : (a) Dampak positif, keamanan terjamin karena ABRI yang berkuasa, Stabilitas Indonesia pada waktu itu merupakan penopang utama stabilitas kawasan, Seorang calon kepala daerah tidak perlu kampanye karena bila ditunjuk sudah pasti menang dalam pemilihan. (b) Dampak negatif Kecenderungan untuk bertindak tidak demokratis I otoriter, pada mass Orde Barn di Aceh ABRI menjadi alat penguasa, dan bebas melakukan tindakan apa saja yang tidak akan dijerat hukum, tidak berjalannya fungsi kontrol oleb parlemen.



Kata Kunci : ABRI, Politik; Golkar, Dwifungsi, Orde Baru


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK