<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="95541">
 <titleInfo>
  <title>EKSISTENSI SARAKOPAT DALAM  MENYELESAIKAN PELANGGARAN ADAT  PERKAWINANRNDI KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER  MERIAH (2004-2008)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Haris, MS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini berjudul &quot;Eksistensi Sarakopat dalam Menyelesaikan Pelanggaran   Adat   Perkawinan   di  Kecamatan   Bukit  Kabupaten   Bener  Meriah Tahun  (2004-2008) ini mengankat  rasalah bagaimane  perann sarakopat  dalam menyelesaikan pelanggaran  adat  berdasarkan  hukum  adat di tanah Gayo  relevan dengan ajaran syari'at Islam. penelitian ini bertujuan peranan sarakopat dalam menyelesaikan  pelanggaran   adat   perkawinan   berdasarkan   hukum   adat   yang diberikan   sanksi jeret  naru  (kuburn  panjang)  atau  diasingkan  dari  kampung tersebut.&#13;
Metode  yang digunakan  metode  diskriftif dengan  pendekatan  pendekatan&#13;
kualitatif.   Pengumpulan  data  dilakukan   dengan   menindak.Janjuti  penelitian   di lapangan  (Fild   Research),  populasi  penelitian  ini  adalah   unsur  sarakopat   di Kecamatan  Bukit Kabupaten  Bener Meriah, jumlah populasi yang di  ambil adalah&#13;
39  orang  anggo'a  sarakopat,   penentuan   sampel  dilakukan   dengan  penyebaran&#13;
angket  dan  wawancara  mendalam.  dan  pengolahan  data  menggunakan   teknik statistik sederhana daJam bentuk perhitungan nilai rata-rata (men), dan studi kepustakaan.  Berdasarkan   Qanun   yang  mengatur   tetang  wewenang   sarakopat dalam menyelesaikan  pelanggaran  adat dalam Qanun  Provinsi  NAD No.2 Tahun&#13;
1990,  Qanun  Provinsi  Daerah  Isitmewa Aceh Nomor  5 Tahun 2003 dan Provinsi&#13;
Daerah Is:tmewa  Aceh Nomor  7 Tahun 2000.&#13;
Hasil analisa data mcnunjukkan bahwa peranan sarakopat dalam menyelesaikan  pelanggaran  adat  sebanyak   73,3%  dengan  demikian  sarakopat berperar   aktif  dalam   menyelesaikan   pelanggaran    adat   sedangkan    peranan sarak.opat dalam  menyelesaikan  pelanggaran  adat  perkawinan  sebanyak  86.6%. dan pelanggaran  adat  perkawinan  sebanyak  33,3% tugas sarakopat  tidak relevan dalam    menyelesaikan   pelanggaran    adat   perkawinan    di   Kecamatan    Bukit Kabupaten    Bener   Meriah,   peranan   dan   tanggung   jawab  sarakopat   terdapat hambatan  dalam berita acara dalam menjatuhkan sanksi adat tidak relevan dengan ketentuan hukum adat istiadat Gayo.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>95541</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-11-25 10:09:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-11-25 10:09:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>