PENGARUH TENIRON DALAM PERKAWINAN MASYARAKAT GAYO DI DESA BOOM KECAMATAN LUT TAWAR KABUPATEN ACEH TENGAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH TENIRON DALAM PERKAWINAN MASYARAKAT GAYO DI DESA BOOM KECAMATAN LUT TAWAR KABUPATEN ACEH TENGAH


Pengarang

Musdhalifah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0506101020030

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Sejarah (S1) / PDDIKTI : 87201

Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

392.5

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Di Kabupaten Aceh Tengah menurut adat Gayo bahwa salah satu syarat berlangsungnya suatu perkawinan sangat ditentukan oleh Teniron. Sering terjadi kegagalan dalam suatu perkawinan disebabkan karena Besarnya jumlah Teniron. Teniron yang sekian banyak dapat menyebabkan perkawinan (munik) yaitu kawin lari atau dalam syariat disebut tahkim yaitu meminta diakad nikahkan kepada pejabat yang berwewenang. Maka untuk menentukan jawabannya dirumuskan beberapa masalah yaitu Bagaimana penerapan Teniron dalam perkawinan masyarakat Gayo? Dan Bagaimanakah pengaruh Teniron dalam perkawinan masyarakat Gayo? Sedangkan tujuan penelitian disesuaikan dengan permasalahan yang telah dirumuskan.
Metode penelitian ini adalah diskriptif dengan pendekatan kualitatif.
Sedangkan untuk memperoleh data di lapangan, penulis menggunakan dua teknik yaitu wawancara dan observasi. Lokasi penelitian di desa Boom Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah dengan sampel enam orang tokoh adat yang ada di desa Boom Takengon Timur.
Hasil penelitian, Unyuk-Teniron adalah permintaan calon istri melalui
walinya kepada wali calon suaminya berupa uang, barang, kebun, sawah, dan kerbau selain mahar, untuk menjadi milik istri dan dipergunakan bersama suaminya setelah akad nikah. Sesudah zaman kemerdekaan Unyuk berubah namanya menjadi Teniron ( permintaan). Teniron merupakan adat bagi masyarakat Gayo, yang apabila terjadi suatu perkawinan harus ada Teniron yang sifatnya turun-temurun. Tujuan Teniron adalah merupakan tanda persetujuan dan kerelaan mempelai laki-laki untuk membina keluarga bersama calon mempelai perempuan, demikan juga sebaliknya dengan menerima Teniron berarti calon istri telah bersedia dan rela membina keluarga bersama calon suaminya berdasarkan saling mencintai. Dalam pasal 1 sub b peraturan Daerah Kabupaten Aceh Tengah nomor 1 tahun 1967 yang diundangkan dalam lembaran daerah istimewa Aceh nomor 10 tangal 30 mei tercantu.m maksud Teniron yang menjadi syarat untuk berlangsungnya suatu perkawinan. Jadi
disamping mahar yang merupakan syarat sah nikah supaya suami istri halal
berhubungan berdasarkan syari'at maka Teniron merupakan syarat kesepakatan
terjadinya perkawinan menurut adat Gayo.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK