Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KUPIAH MEUKEUTOP DI DESA GAROT CUT KECAMATAN INDRAJAYA KABUPATEN PIDIE (PERKEMBANGAN BENTUK)
Pengarang
Eka Fitriawati - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0406102030007
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2009
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Skripsi yang berjudul "Perkembangan Bentuk Kupiah Meukutop di Desa Garot Cut Kecamatan Indrajaya Kabupaten Pidie" mengkaji masalah Perkembangan Bentuk), proses pembuatan Kupiah Meukeutop, dan motif/bentuk yang digunakan pada Kupiah Meukutop. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Garot Cut Kecamatan Indra Jaya Kabupaten Pidie yang terlibat dalam proses pembuatan Kupiah Meuketop, sedangkan sampel penelitian diambil secara (purposive sampel) yaitu kelompok kerajinan yang diketuai oleh ibu Hindun karena beliau merupakan sebagai informan kunci dalam penelitian ini, Ibu Hindun yang berdomisili di Desa Garot Kecamatan Indra Jaya kabupaten Pidie, yang sehari-hari usahanya adalah membuat kerajinan tangan kupiah Meukeutop. Metode yang digunakan ini adalah metode Deskriptif dengan pendekatan Kulitatif. Pengunpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi, data-data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik deskriptif komponensial. Hasil penelitian mennjukkan bahwa bentuk Kupiah Meukeutop mengaiami beberapa kali perubahan, hal ini dapat dibuktikan pada Kupiah Meukeutop yang digunakan oleh dua orang pahlawan nasional yaitu Teuku Umar dan Panglima Polem. Kupiah Meukeutop yang ada saat ini buatan masyarakat Pidie perubahannya terletak dari bentuk kerucut terpotong menjadi sedikit melengkung dan penggunaan akseseris (bros sepunan emas/perak, kalung sepuhan emas/perak). Proses pembuatan Kupiah Meukeutop sekarang ini tidak banyak mengalami perubahan. Sedangkan motif yang digunakan pada Kupiah Meukeutop meliputi bunga cabai (dalam bahasa Aceh disebut bungoeng capli) dan bentuk kunci (dalam bahasa Aceh disebut bunggong geuti). Budaya Is!am tidak mempengaruhi bentuk/motif pada Kupiah Meukeutop. Aksesoris yang terdapat pada Kupiah Meukeutop yaitu tampok dan priek-priek.
Tidak Tersedia Deskripsi
PROSES PEMBUATAN KUPIAH MEUKEUTOP DI DESA GAROT CUT KECAMATAN INDRAJAYA KABUPATEN PIDIE (Nurlisma, 2018)
PERANCANGAN KANTOR BUPATI ACEH BARAT (Muammar Syah, 2018)
PENERAPAN MOTIF KUPIAH MEUKEUTOP SEBAGAI HIASAN PADA BUSANA DAN PELENGKAPNYA (Maulidiana, 2017)
DAMPAK PEMBERONTAKAN DI/TII ACEH TERHADAP PERKEMBANGAN PASAR TRADISIONAL KEUDE GAROT KECAMATAN INDRAJAYA KABUPATEN PIDIE, 1953 – 1994 (TEUKU MUNAWAR, 2022)
RAGAM MOTIF DAN MAKNA YANG TERDAPAT PADA KUPIAH RIMAN DI DESA ADAN MEUNASAH DAYAH KECAMATAN MUTIARA TIMUR KABUPATEN PIDIE (Zakiati Am, 2018)