<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="95194">
 <titleInfo>
  <title>KUALITAS AIR PADA BUDIDAYA UDANG VANAME  (LITOPENAEUS VANNAMEI) SISTEM BIOFLOK DENGAN PADAT PENEBARAN TINGGI DI ALUE NAGA KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DICKY HENRI MAULANA HARAHAP</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN  UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Karya Kerja Ilmiah</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Budidaya udang vaname sistem bioflok dapat mengurangi dosis pakan sebesar &#13;
10% karena bioflok dapat dimanfaatkan sebagai substansi pakan bagi udang vaname. &#13;
Pemberian pakan yang optimal akan meningkatkan kualitas air budidaya, sehingga &#13;
dapat meminimalkan pergantian air dan menekan pembuangan limbah ke lingkungan. &#13;
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas air budidaya udang vaname sistem &#13;
bioflok dengan padat penebaran tinggi di Alue Naga Kota Banda Aceh. Penelitian ini &#13;
terdiri atas 4 kolam perlakuan dengan dua macam padat penebaran. Pada kolam 4 dan &#13;
kolam 5 yaitu padat tebar yang diteliti 305 ekor/m2&#13;
untuk kolam tebar 15400 ekor &#13;
udang vaname. Pada kolam 6 dan kolam 7 terdapat padat tebar 350 ekor/m2 untuk &#13;
kolam tebar 17600 ekor udang vaname. Sampel air kolam dimasukkan ke dalam botol &#13;
sampel sebanyak 600 ml. Pengukuran parameter fisik perairan meliputi suhu, pH, DO&#13;
dan salinitas. Pengukuran parameter kimia perairan meliputi TAN, nitrit, nitrat dan &#13;
alkalinitas. Hasil pengukuran uji fisik air yang diperoleh pada kolam 4 yaitu kisaran &#13;
nilai suhu air sebesar 28,5-33,4 ºC, pH air sebesar 6,8-8,3, DO air sebesar 3,7-6,3 ppm &#13;
dan salinitas sebesar 13-16 ppt. Pada kolam 5 diperoleh kisaran nilai suhu air sebesar &#13;
28,7-33,7 ºC, pH air sebesar 6,9-8,6, DO air sebesar 3,9-6,3 ppm dan salinitas sebesar &#13;
12-16 ppt. Pada kolam 6 diperoleh kisaran nilai suhu air sebesar 28-33,4 ºC, pH air &#13;
sebesar 7,2-8,4, DO air sebesar 3,2-6,1 ppm dan salinitas sebesar 12-16 ppt. Pada &#13;
kolam 7 diperoleh kisaran nilai suhu air sebesar 28-33,9 ºC, pH air sebesar 6,9-8,3, &#13;
DO air sebesar 3,2-6,2 ppm dan salinitas sebesar 12-16 ppt. Hasil pengukuran uji kimia &#13;
air yang diperoleh pada kolam 4 yaitu kisaran nilai TAN sebesar 0,11-0,168 mg/l, nitrit &#13;
sebesar 0,037-7,58 mg/l, nitrat sebesar 6,6-155 mg/l, alkalinitas sebesar 60-33 mg/l. &#13;
Pada kolam 5 yaitu kisaran nilai TAN sebesar 0,1-0,3 mg/l, nitrit sebesar 0,02-12 mg/l, &#13;
nitrat sebesar 21,6-131 mg/l, alkalinitas sebesar 70-320 mg/l. Pada kolam 6 yaitu &#13;
kisaran nilai TAN sebesar 0,06-0,32 mg/l, nitrit sebesar 0,054-12 mg/l, nitrat sebesar &#13;
13,4-119 mg/l, alkalinitas sebesar 40-290 mg/l. Pada kolam 7 yaitu kisaran nilai TAN &#13;
sebesar 0,05-0,7 mg/l, nitrit sebesar 0,059-9,29 mg/l, nitrat sebesar 3,6-71,9 mg/l, &#13;
alkalinitas sebesar 138-300 mg/l. Total produksi udang pada kolam 4 sebanyak 133 kg &#13;
dan total pakan 214,66 kg dengan size 66,6 kg/ekor. Pada kolam 5 sebanyak 132 kg&#13;
dan total pakan 214,67 kg dengan size 67,2 kg/ekor. Pada kolam 6 sebanyak 152 kg&#13;
dan total pakan 245,31 kg dengan size 66,6 kg/ekor. Pada kolam 7 sebanyak 148 kg &#13;
dan total pakan 245,32 kg dengan size 68,49 kg/ekor. Nilai SR pada kolam 4 adalah &#13;
86% dengan FCR 1.61, nilai SR pada kolam 5 nilai adalah 85% dengan FCR 1.63, &#13;
nilai SR pada kolam 6 adalah 86% dengan FCR 1.61, dan nilai SR pada kolam 7 adalah &#13;
83% dengan FCR 1.66. Oleh karena itu, budidaya udang vaname dengan sistem &#13;
bioflok lebih menguntungkan bagi pembudidaya karena dapat meningkatkan jumlah &#13;
produksi udang dengan penggunaan jumlah pakan yang lebih sedikit dan &#13;
meningkatkan kualitas air di tambak.&#13;
Kata kunci: Bioflok, kualitas air, SR, udang vaname&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SHRIMPS CULTURE</topic>
 </subject>
 <classification>639.68</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>95194</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-11-12 10:20:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-11-15 09:54:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>