Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN BAYAM MERAH (AMARANTHUS CAUDATUS L.) DENGAN METODE REDUCING POWER
Pengarang
Iryanti - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0406103040014
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Kimia (S1) / PDDIKTI : 84204
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2009
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kata kunci : Aktivitas antioksidan, kromatografi lapis tipis (KLT), infra merah (IM) Telah dilakukan penelitian tentang uji aktivitas antioksidan dari daun bayam merah (Amaranthus caudatus L.) dengan metode reducing power. Penelitian ini
bertujuan untuk menguji dan menentukan tingkat kekuatan aktivitas antioksidan daun
bayam merah (Amaranthus caudatus L.) bila dibandingkan a-tokoferol dengan menggunakan metode reducing power. Sampel penelitian ini berupa daun bayam
merah segar yang diperoleh dari Desa Cot Keueng Kabupaten Aceh Besar. Maserasi
sampel menggunakan pelarut EtOH 70% dan HCI 1,5 N dengan perbandingan 85:15 (v/v) selama 2x24 jam, kemudian dilakukan analisis dengan KLT menggunakan silika gel GFs dengan eluen n-butanol:asam klorida 2M (3:2) dari hasil trial and eror dan selanjutnya dilakukan analisis dengan Fourier Transform Infra Red (FTIR).
Berdasarkan hasil skrining fitokimia, dapat disimpulkan bahwa ekstrak EtOH:HCI daun bayam merah positif mengandung flavonoid, saponin dan steroid yang berpotensi aktif sebagai antioksidan alami. Hasil KLT memberikan tiga noda berwarna merah dengan harga faktor retensi (R) untuk masing-masing noda yaitu
0,26; 0,38 dan 0,46. Menurut Harborne (1987), adanya kandungan flavonoid turunan
antosianin jenis senyawa pelargonidin 3-glikosida dan pelargonidin 3-(p-kumaril
glukosida)-5-glukosida yaitu untuk nilai Re 0,38 dan 0,46, sedangkan untuk Re 0,26 tidak ditemukan jenis senyawa antosianio yang memiliki harga Rr yang sarna dengan
menggunakan eluen n-butanol:asam klorida 2M (3:2). Hasil analisis spektrofotometri ITIR pada ketiga noda tersebut dan didukung oleh literatur Mujahidin (2002), Adjee (2008) dan Cevrimli, dkk (2007), pada ekstrak daun bayam merah menunjukkan adanya gugus OH, C=C dan C=O yang diduga mengandung senyawa flavonoid,
saponin dan steroid. Untuk membuktikan dugaan dari hasil FTIR, maka disarankan
untuk menggunakan GC-MS pada penelitian yang sarna.
Tidak Tersedia Deskripsi
KANDUNGAN ANTIOKSIDAN PADA DAUN BAYAM (AMARANTHUS SPP.KANDUNGAN ANTIOKSIDAN PADA DAUN BAYAM (AMARANTHUS SPP.) BEBERAPA VARIETAS DI INDONESIA DAN NEGARA LAIN (Ahmad Sofyan, 2014)
PENGARUH JENIS PELARUT TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KANDUNGAN FENOL BEBERAPA JENIS BAYAM DAN SAYURAN LAIN (SAUFA YURA, 2016)
KAJIAN PEMBUATAN COOKIES DENGAN PENAMBAHAN BUBUR BAYAM MERAH (AMARANTHUS GANGETICUS) SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN (Muhammad Luthfi, 2017)
FORMULASI SEDIAAN BLUSH ON CREAM MENGGUNAKAN EKSTRAK ETANOL DAUN BAYAM MERAH (AMARANTHUS TRICOLOR L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI (Mustab syirah, 2025)
UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN AFRIKA (VERNONIA AMYGDALINA), RIMPANG JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR. RUBRUM) DAN KELOPAK BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA) DENGAN METODE DPPH (1,1-DIPHENYL-2-PICRYLHYDRAZYL) (FADHLIYATUL YAUNA, 2021)