<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="95179">
 <titleInfo>
  <title>UJI AKTIVITAS  ANTIOKSIDAN DAUN BAYAM MERAH (AMARANTHUS  CAUDATUS L.) DENGAN METODE REDUCING POWER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Iryanti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kata kunci :  Aktivitas antioksidan, kromatografi lapis tipis (KLT), infra merah (IM) Telah dilakukan penelitian tentang uji aktivitas antioksidan dari daun bayam merah (Amaranthus   caudatus L.)  dengan metode reducing  power.   Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk menguji dan menentukan tingkat kekuatan aktivitas antioksidan daun&#13;
bayam merah (Amaranthus caudatus L.)  bila  dibandingkan  a-tokoferol  dengan menggunakan metode reducing power.  Sampel  penelitian ini  berupa daun bayam&#13;
merah segar yang diperoleh dari Desa Cot Keueng Kabupaten Aceh Besar. Maserasi&#13;
sampel menggunakan pelarut EtOH 70% dan HCI  1,5 N dengan perbandingan 85:15 (v/v) selama 2x24 jam,  kemudian dilakukan analisis dengan KLT menggunakan silika gel  GFs  dengan eluen n-butanol:asam klorida 2M (3:2) dari hasil trial and eror dan selanjutnya dilakukan analisis dengan Fourier Transform Infra Red (FTIR).&#13;
Berdasarkan hasil skrining fitokimia, dapat disimpulkan bahwa ekstrak EtOH:HCI daun bayam merah positif mengandung flavonoid, saponin dan steroid yang berpotensi  aktif  sebagai antioksidan  alami.  Hasil  KLT  memberikan tiga  noda berwarna merah dengan harga faktor retensi  (R)  untuk masing-masing  noda yaitu&#13;
0,26; 0,38 dan 0,46. Menurut Harborne (1987), adanya kandungan flavonoid turunan&#13;
antosianin jenis  senyawa pelargonidin  3-glikosida dan pelargonidin  3-(p-kumaril&#13;
glukosida)-5-glukosida yaitu untuk nilai  Re 0,38 dan 0,46,  sedangkan  untuk Re 0,26 tidak ditemukan jenis senyawa antosianio yang memiliki harga Rr yang sarna dengan&#13;
menggunakan eluen n-butanol:asam klorida 2M (3:2). Hasil analisis spektrofotometri ITIR pada ketiga noda tersebut dan didukung oleh literatur Mujahidin (2002), Adjee (2008) dan Cevrimli, dkk (2007),  pada ekstrak daun bayam merah menunjukkan adanya gugus OH,  C=C dan C=O yang diduga mengandung senyawa flavonoid,&#13;
saponin dan steroid. Untuk membuktikan dugaan dari hasil FTIR, maka disarankan&#13;
untuk menggunakan GC-MS pada penelitian yang sarna.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>95179</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-11-11 11:45:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-11-11 11:45:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>