PELAKSANAAN DWIFUNGSI ABRI DALAM KEHIDUPAN POLITIK MASA ORDE BARU 1966-1998 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PELAKSANAAN DWIFUNGSI ABRI DALAM KEHIDUPAN POLITIK MASA ORDE BARU 1966-1998


Pengarang

Kisna Dewi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0061120264

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Sejarah (S1) / PDDIKTI : 87201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2005

Bahasa

Indonesia

No Classification

320.5

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Semua proses kelahiran berbagai kebijakan politik pada masa Orde Baru. tidak terlepas dari peran ABRI khususnya karena Soeharto sebagai pemimpin tertinggi negara dan pemerintahan adalah orang ABRI. Pada masa Orde Baru ABRI di samping kekuatan pertahanan dan keamanan juga tampil ke dalam pentas politik. Atas dasar itulah. maka penulis memilih judul skripsi ini: "Pelaksanaan Dwifungsi ABRI dalam Kehidupan Politik Masa Orde Baru 1966-1998."
Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui faktor yang menyebabkan ABRI tampil sebagai kekuatan sosial politik terkuat di Indonesia. peran dwifungsi ABRI sebagai kekuatan sosial politik di Indonesia dan dampak pelaksanaan dwifungsi ABRI terhadap sistem Pemerintahan di Indonesia.
Guna mengumpulkan bahan untuk penulisan skripsi ini digunakan metode sejarah. yaitu dengan menempuh langkah-langkah heuristik. kritik dan interprestasi serta pengkisahan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan. dengan sistem penelaahan sejumlah buku, majalah. maupun karya ilmiah lainnya yang berhubungan dengan fokus penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan ABRI tampil sebagai kekuatan sosial politik di Indonesia. karena berdasarkan sejarah ABRI memiliki andil besar dalam mempertahankan Pancasila dan UUD 1945. Pada masa pemerintahan Orde Baru peran dwifungsi ABRI sangat besar artinya dalam bidang sosial maupun politik. ABRI bersama Golkar sebagai partai pemerintah berhasil mengontrol sejumlah besar organisasi mulai dari organisasi buruh dan petani hingga organisasi keagamaan. Di samping itu, ABRI juga merupakan komponen Golkar. hal ini disebabkan karena Soeharto merupakan mantan ABRl. Di samping itu. banyak para Jenderal yang duduk sebagai DPP Golkar. baik di pusat maupun di daerah juga berasal dari ABRI. Dampak pelaksanaan dwifungsi ABRI terhadap sistem pemerintahan di Indonesia adalah tidak berperannya kalangan teknokrat dan politisi sipil dalam pemerintahan Orde
Baru. Karena sejumlah jabatan strategis dalam pemerintahan Orde Baru dijabat oleh mantan petinggi ABRI












Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK