<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="95164">
 <titleInfo>
  <title>TANGGAPAN GURU BIDANG STUDI EKONOMI DALAM PELAKSANAAN  KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI DI SMP NEGERI KOTA LHOKSEUMAWE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Taufiq Yati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Guru sebagai salah satu unsur penentu  keberhasilan pendidikan merupakan objek    utama   dari   skenario    perubahan    kurikulum   1994   ke   kurikulum    2004 (Kurikulum Berbasis  Kompetensi). Kurirkulum  2004  merupakan  desain  atau  pola kurikulum yang menekankan pada sejumlah  kemampuan khusus (Specifik Competencies).   Berbeda    dengan    kurikulum    lainnya,   desain    KBK   memiliki hubungan  langsung  dengan  tujuan,  aktifitas  belajar,  dan  pelaksanaannya (Perfomance). Namun  dalam  kenyataan  sekarang  ini masih  banyak  guru ataupun siswa  yang  belum  mengerti   apa  makna  dari  KBK  itu  sendiri.  Oleh  karena  itu, tujuan    dari  penelitian   ini  adalah  untuk  mengetahui  bagaimana tanggapan  dan apakah     yang  menjadi  problema   khususnya   guru  ekonomi  dalam   pelaksanaan kurikulum  2004 di SMP Negeri  kota Lhoksemawe. Populasi dalam penelitian ini adalah  semua  guru mata pelajaran ekonomi se kota Lhoksemawe, yang terdiri dari 11   SMP Negeri  kota  Lhoksemawe, sedangkan  yang menjadi  sampelnya  adalah  20 orang  guru  ekonomi  di 5 SMP  Negeri  kota Lhoksemawe yang  telah  menerapkan KBK.  Data   penelitian  ini  diperoleh   dengan   mengedarkan  angket,   dan   diolah dengan menggunakan statistik  sederhana yaitu persentase. Berdasarkan hasil pengolahan     data,  maka  guru  ekonomi  SMP  Negeri  Lhokseumawe  berasumsi bahwa   kurikulum   2004  sudah   relevan  untuk  diterapkan   di  SMP  Negeni  kota Lhoksemawe  (75%).  Problema  yang  dihadapi  guru dalarn  penerapan  KBK  itu sendiri   terdapat   pada  keterbatasan  media  pembelajaran  (65  %),  waktu  tersedia kurang  karena   metode   yang  digunakan   lebih  mendasar   (50%),   kurangnya   alat peraga   (75%),  penentuan   media   clan  surnber   pembelajaran  (55%)   dan   disaat penyusunan satuan pembelajaran (100%)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CURRICULA</topic>
 </subject>
 <classification>375</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>95164</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-11-11 09:35:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-02-11 16:33:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>