<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="95160">
 <titleInfo>
  <title>PERANAN DAYAH DALAM MEMBAKAR SEMANGAT JUANG RAKYAT ACEH MELAWAN KOLONIAL BELANDA (1903-1942)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Saifullah Isfa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penulisan skripsi yang berjudul &quot;Peranan Dayah Dalam  Membakar Semangat Juang Rakyat Aceh Melawan  Kolonial  Belanda  (1903-1942)&quot; membicarakan tentang:  I)  perkembangan dayah pada masa kolonial.  2) peranan dayah  dalam   membakar  semangat juang   rakyat  Aceh.   3)   perkembangan masyarakat dayah pasca penaklukan Belanda.  4)  kehidupan masyarakat  Aceh meliputi bidang politik dan ekonomi.&#13;
&#13;
Penelitian   ini  menggunakan metode  sejarah  yang  dilakukan  dengan penelitian  kepustakaan (library research)  dengan menggunakan sumber  primer yaitu buku-buku yang di tulis  oleh  para pelaku sejarah, dan arsip.  Selain sumber primer  penulis juga  menggunakan  sumber sekunder yaitu  buku-buku yang di karang oleh  pengamat sejarah dan para sastrawan sehingga  penulisan  bersifat netral.&#13;
&#13;
Hasil penelitiannya adalah,  dayah sangat dikekang oleh pemerintah Belanda, bahkan  pemerintah  Belanda  membumihanguskan dayah-dayah.   Dayah mempunyai  peranan penting dalam melahirkan pemimpin dan pejuang-pejuang, ulama dayah menyerukan masyarakat dalam berperang melawan Belanda adalah jihad  dan memperoleh  pahala  syahid.  Berbagai cara dllakukan oleh masyarakat Aceh untuk memperoleh mati  syahid.  Di  bidang politik masyarakat Aceh secara keseluruhan mengadakan  perubahan-perubahan  dalam peperangan  lanjutan  untuk mergusir Belanda, berperang  dengan  dua cara yaitu: perang gerilya terus dilakukan dengun  berbugai cura  akun  dilanjutkun sampai Belanda  angkat  kaki dari tanah Aceh dan  perang politik dilandaskan  pada peningkatan pendidikan rakyat yaitu pendidikan  Islam,  dengan tujuan  pengkaderan lewat  pendidikan dapat dilaksanakan  sehingga  perlawanan  tidak terhenti dan pejuangnya tidak pernah habis, patah tumbuh hilang berganti.  Di bidang  ekonomi  Negeri Aceh yang kaya dilihat dari  peningkatan hasil ekspornya tidak sesuai dengan kesejahteraan hidup masyarakat Aceh terlibat dari  pemenuhan  kebutuhan perumahan,  pakaian, dan kesehatan.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>RELIGIOUS SCHOOLS (GENERAL EDUCATION)</topic>
 </subject>
 <classification>371.07</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>95160</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-11-10 15:28:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-11-11 11:04:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>