<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="95134">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH EKSTRAK BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA L.) DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP VIABILITAS BENIH CABAI MERAH KERITING (CAPSICUM ANNUM L.) KADALUARSA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SUCY ARISKA AZ</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh ekstrak bawang merah terhadap viabilitas benih cabai merah keriting kadalursa serta hubungan antara perlakuan perbedaan konsentrasi dan lama perendaman terhadap viabilitas benih cabai merah keriting kadaluarsa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2020 sampai Juli 2021 di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Unit penelitian disusun berdasarkan Kontras Orthogonal dalam RAL Faktorial dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 0,05%. Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak bawang merah dengan 5 taraf perlakuan, faktor kedua adalah lama perendaman yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan ditambah kontrol sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi tidak berpengaruh nyata terhadap viabilitas benih cabai merah keriting kadaluarsa berdasarkan parameter potensi tumbuh (PT), daya berkecambah (DB), waktu yang dibutuhkan untuk mencapai total perkecambahan 50% (T50) dan kecepatan tumbuh (KCT). Perlakuan lama perendaman tidak berpengaruh nyata terhadap viabilitas benih cabai merah keriting kadaluarsa berdasarkan parameter potensi tumbuh (PT) namun berpengaruh nyata berdasarkan parameter daya berkecambah (DB), T50 dan kecepatan tumbuh (KCT). Berdasarkan parameter DB setiap taraf lama perendaman tidak berbeda nyata sementara berdasarkan parameter T50 dan KCT taraf lama perendaman terbaik diperoleh pada 18 jam. Perlakuan interaksi antara ekstrak bawang merah konsentrasi 25% (K1) dan lama perendaman 18 jam (P3) mampu meningkatkan viabilitas benih cabai merah keriting kadaluarsa berdasarkan parameter T50 dan parameter KCT. Perlakuan interaksi parameter DB diperoleh nilai terbaik pada perlakuan konsentrasi ekstrak bawang merah 25% (K1) dengan lama perendaman 6 jam (P1) dan 12 jam (P2) serta perlakuan konsentrasi 75% (K3) dengan lama perendaman 18 jam (P3). &#13;
&#13;
Kata kunci : Benih cabai kadaluarsa, viabilitas, konsentrasi, lama perendaman, ekstrak bawang merah. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CHILI</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>VARIETIES - AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SEEDLINGS - NURSERY PRODUCTION</topic>
 </subject>
 <classification>631.52</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>95134</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-11-08 21:16:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-11-10 09:49:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>