<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="95120">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KECEPATAN KENDARAAN TERHADAP UMUR LELAH PEGAS ULIR SUSPENSI DEPAN MINIBUS BERDASARKAN PENDEKATAN STRAIN-LIFE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD RAMDANI DON</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik - Teknik Mesin</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pegas ulir merupakan salah satu komponen elastisitas utama dari sistem suspensi suatu kendaraan. Pegas ulir diharapkan mampu menahan getaran, juga dapat menahan beban akibat manuver umum kendaraan, seperti kecepatan, pengereman saat berada di jalan. Sebuah pegas ulir harus mampu menahan, mengurangi, dan menyerap beban impak, beban puntir, dan beban lelah. Pada kondisi penggunaanya, pegas ulir sering kali mengalami kegagalan yang diakibatkan atas ketidakmampuan dalam menahan beban dinamis dan beberapa faktor lain seperti cacat  bahan baku, ketidaksempurnaan permukaan, proses perlakuan panas yang tidak tepat, korosi dan umur lelah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kecepatan kendaraan terhadap umur lelah pegas ulir suspensi depan minibus menggunakan metode strain-life. Untuk menghitung umur lelah pegas ulir tersebut, strain gauge ditempelkan pada titik kritis pegas ulir berdasarkan analisis tegangan. Material pegas ulir yang ditetapkan berdasarkan uji komposisi kimia adalah SAE5160. Hasil pembacaan strain (regangan) pada pegas ulir akan dianalisis menggunakan pendekatan Morrow, SWT, dan Coffin-Manson. Sinyal regangan pada kecepatan &lt; 20 km/jam memiliki rentang amplitudo antara -734 με dan - 653 με, berdampak terhadap umur lelah yang lebih tinggi yaitu 1.954.400.000 siklus hingga patah, sedangkan untuk kecepatan 40-50 km/jam dan &gt;70 km/jam masing-masing 849.750.000 siklus sehingga patah dan 354.300.000 siklus sehingga patah. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kecepatan kendaraan, semakin rendah umur lelah pegas ulir tersebut. Kecepatan tinggi memberikan amplitudo regangan yang lebih tinggi. Secara teoritis regangan tinggi memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap kerusakan lelah, yang memendekkan umur lelah.&#13;
&#13;
Kata kunci: Sistem Suspensi, Pegas Ulir, Umur Lelah.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>VEHICLES - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>suspension systems - automotive engineering</topic>
 </subject>
 <classification>629.046</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>95120</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-11-08 10:35:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-11-09 15:05:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>