<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="95117">
 <titleInfo>
  <title>THE ATTITUDE OF YOUNGER GAYONESE SPEAKERS TOWARD THEIR NATIVE LANGUAGE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ghirah Ara Bathin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">en</languageTerm>
  <languageTerm type="text">English</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Karya Kerja Ilmiah</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bahasa Gayo adalah sebuah bahasa minoritas yang digunakan di daerah Gayo. Tren baru di kalangan penutur muda menunjukkan bahwa mereka mulai menggunakan Bahasa Indonesia daripada bahasa Gayo di luar daerah Gayo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap penutur muda Gayo terhadap bahasa ibu mereka. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Penulis menggunakan kuesioner untuk mengamati sikap penutur muda Gayo tentang bahasa mereka. Untuk mengumpulkan data, penulis membagikan kuesioner secara online menggunakan google form yang diadaptasi dari Garvin dan Mathiot (1968). Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Gayo yang kuliah di salah satu perguruan tinggi di Banda Aceh yang merupakan kota besar di Aceh dan terletak sekitar 450 km dari Gayo. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa penutur bahasa Gayo yang lebih muda yang tinggal di Banda Aceh secara dominan memiliki sikap positif terhadap bahasa mereka meskipun beberapa dari mereka menunjukkan sikap negatif. Karena bahasa Gayo adalah bahasa minoritas, orang Gayo yang lebih muda tidak menggunakan bahasa tersebut dalam situasi publik dan formal seperti kuliah. Mereka hanya menggunakan bahasa Gayo di antara anggota keluarga, teman, dan dalam situasi informal lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat risiko pergeseran bahasa di kalangan penutur muda Gayo, yang perlu mendapat perhatian serius dari pembuat kebijakan di tingkat pemerintah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SPEAKING - APPLIED LINGUISTICS</topic>
 </subject>
 <classification>418</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>95117</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-11-06 21:04:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-11-09 12:26:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>