<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="95091">
 <titleInfo>
  <title>IMPLEMENTASI WEB PHISHING DAN ANALISA PERILAKU MAHASISWA TERHADAP SERANGAN REKAYASA SOSIAL (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>MAHASISWA INFORMATIKA USK)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD ALFARISYI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahua</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dengan semakin luasnya jangkauan Internet maka secara tidak langsung interaksi manusia dengan dunia maya kian bertambah. Terlebih dengan munculnya berbagai platform untuk berinteraksi seperti SMS, surel, telepon, website dan media sosial, membuat gap komunikasi kian mengecil. Hal tersebut memunculkan masalah baru berupa keamanan data. Saat ini, setiap orang yang hendak membuat sebuah akun media sosial atau mendaftar nomor telepon, sudah tentu akan diminta mengisi data-data yang cukup krusial seperti nama, tanggal lahir dan NIK. Data ini cukup berbahaya jika sampai bocor atau diketahui secara publik. Berbagai macam cara dilakukan peretas untuk mendapatkan data pribadi tersebut, cara yang cukup populer dan ampuh adalah rekayasa sosial (social engineering). Penelitian ini menganalisis perilaku mahasiswa Program Studi Informatika FMIPA USK ketika berhadapan langsung dengan serangan rekayasa sosial. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif Program Studi Informatika FMIPA USK angkatan 2014-2020 sebanyak 82 orang sebagai sampel penelitian. Responden dihadapkan dengan 15 pertanyaan skenario serangan rekayasa sosial dan diminta menuliskan reaksi mereka ketika menemukan serangan rekayasa sosial tersebut. Peneliti juga membuat website tiruan berupa halaman login Instagram untuk menganalisis seberapa baik responden mengidentifikasi web phishing. Hasil reaksi responden akan dikonversi dalam kelompok menerima, menganalisis, menghindari dan tidak menjawab/kosong. Menerima berarti responden melakukan apa yang diperintahkan oleh peretas, menganalisis bermakna responden menganalisis terlebih dahulu dengan mempertimbangkan risiko, menghindari berarti responden menghindari serangan dan tidak menjawab/kosong yang bermakna responden tidak menjawab skenario yang diberikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 52% mahasiswa Program Studi Informatika FMIPA USK memilih menghindari terhadap serangan rekayasa sosial, 31% menganalisis terlebih dahulu, 11% langsung melakukan apa yang peretas inginkan dan 6% memilih tidak menjawab. Selain itu, 90,2% mahasiswa Program Studi Informatika FMIPA USK dapat mengidentifikasi web phishing, hanya 9,8% yang mengisi apa yang diminta pada web tersebut.&#13;
&#13;
Kata kunci: Social Engineering, Phishing, Analisa Perilaku, Keamanan Data, Skenario, Privasi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>INFORMATION SECURITY - MANAGEMENT</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>COMPUTER SECURITY - DATA</topic>
 </subject>
 <classification>005.8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>95091</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-11-04 17:11:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-11-08 15:27:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>