<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="94968">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN TAMPILAN ESTRUS KUDA GAYO DENGAN MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN SECARA KONVENSIONAL DAN NON KONVENSIONAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Abdul Hafiz</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Tampilan estrus pada kuda biasanya dipengaruhi oleh nutrisi yang terkandung dalam pakan. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui tampilan estrus dengan manajemen pemberian pakan yang berbeda antara kuda gayo yang dipelihara secara konvensional dan non konvensional. Dalam penelitian ini digunakan 6 ekor kuda gayo betina dan 2 ekor kuda gayo jantan sebagai teaser. Kuda gayo betina dibagi menjadi 2 kelompok (n=3). Semua kuda gayo betina disinkronisasi terlebih dahulu dengan injeksi ganda PGF2α (7,5 mg secara intramuskulus). Satu hari setelah injeksi kedua PGF2α dilakukan teasing estrus. Pengamatan estrus menggunakan metode teasing dengan mendekatkan betina ke pejantan. Pengamatan perilaku berdasarkan sistem skoring 0-4. Skor 0 ditandai dengan menolak terhadap pejantan dan skor 4 adalah skor estrus maksimal. Data tampilan estrus dilaporkan secara deskriptif dan frekuensi tampilan estrus yang terlihat dianalisis dengan T test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua kuda gayo (K1 dan K2) memperlihatkan tampilan estrus maksimal (skor 4). Hasil penelitian terhadap onset per skoring estrus menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara K1 dan K2 (P&gt;0,05). Hasil analisis independent sample t-test terhadap frekuensi tampilan estrus pada skor 2 terdapat perbedaan yang signifikan (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FEEDS - ANIMAL HUSBANDRY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>HORSES - ANIMAL HUSBANDRY</topic>
 </subject>
 <classification>636.1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>94968</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-10-28 14:45:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-11-19 15:49:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>