<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="94919">
 <titleInfo>
  <title>UJI BIOPOTENSI EKSTRAK ETANOL DAUN WARU (HIBISCUS TILIACEUS L.) SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI DAN PENGONTROL FAKTOR VIRULENSI BERBASIS QUORUM SENSING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Milda Husnah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Magister Biologi</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Quorum sensing (QS) berperan penting dalam produksi faktor virulensi dan peningkatan patogenisitas, sehingga menekan sistem QS dapat menjadi strategi yang efektif dalam melawan bakteri patogen. Pencarian berbagai senyawa anti QS, terutama yang berasal dari tumbuhan, semakin gencar dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji biopotensi ekstrak etanol daun waru (EEDW) sebagai agen antibakteri dan pengontrol faktor virulensi berbasis QS terhadap Chromobacterium violaceum ATCC122472, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa PA01. Penyiapan ekstrak dilakukan melalui metode maserasi dan analisis senyawa fitokimia dilakukan dengan menggunakan instrumen GC-MS. Uji yang dilakukan meliputi Minimum Inhibitory Concentration (MIC), Minimum Bactericidal Concentration (MBC), laju penghambatan pertumbuhan bakteri, difusi agar, kuantifikasi violacein, penghambatan motilitas, kuantifikasi piosianin, dan penghambatan pembentukan biofilm. Hasil analisis fitokimia menunjukkan bahwa EEDW mengandung 16 jenis senyawa metabolit yang berbeda, yang didominasi oleh golongan diterpenoid, asam lemak, dan aldehid. Nilai MIC EEDW terhadap C. violaceum dan S. aureus adalah 10 mg/ml, sedangkan untuk P. aeruginosa adalah 160 mg/ml. MBC diperoleh pada konsentrasi 20 mg/ml untuk C. violcaeum dan S. aureus, sedangkan untuk P. aeruginosa belum diketahui. Pada konsentasi ½ x MIC dan 1 x MIC, EEDW menunjukkan laju penghambatan yang bervariasi terhadap C. violaceum dan S. aureus, sedangkan pada konsentrasi 2xMIC, EEDW menunjukkan aktivitas bakterisida terhadap kedua bakteri tersebut. EEDW juga memiliki aktivitas anti QS yang sangat potensial terhadap C. violacaeum, ditandai dengan kemampuannya membentuk zona keruh pada konsentrasi ekstrak yang sangat rendah (1/32 x MIC). Selain itu, pada konsentrasi ½ x MIC, EEDW juga secara signifikan mampu menghambat produksi violacein C. violaceum, piosianin, dan motilitas P. aeruginosa dan S. aureus. Namun demikian, pada konsentrasi sub-MIC, EEDW menginduksi pembentukan biofilm P. aeruginosa dan S. aureus.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MEDICINAL PLANTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ANTI-BACTERIAL AGENTS - PHARMACOKINETICS</topic>
 </subject>
 <classification>615.321</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>94919</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-10-27 12:07:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-11-18 14:59:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>