<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="94918">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI RADIOLOGI DAN HISTOPATOLOGI PIN INTRAMEDULER ALTERNATIF SEBAGAI MATERIAL FIKSASI FRAKTUR HUMERUS BURUNG MERPATI (COLUMBA LIVIA DOMESTICA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AUREY NEDHIFA KHALIDSIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>EVALUASI RADIOLOGI DAN HISTOPATOLOGI PIN INTRAMEDULER ALTERNATIF SEBAGAI MATERIAL FIKSASI FRAKTUR HUMERUS BURUNG&#13;
MERPATI (Columba livia domestica)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk melihat biokompatibilitas bone pin alternatif yang berasal dari tulang costae biawak sebagai fiksasi internal fraktur os humerus pada merpati melalui pemeriksaan radiologi dan histopatologi. Penelitian menggunakan 10 ekor merpati berumur 4-5 bulan dengan kisaran berat badan 300-500 g yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok 1 (K-1) diimplan dengan pin intrameduler logam dan kelompok 2 diimplan dengan bone pin alternatif (K-2). Pemeriksaan radiologi hari ke 7, 14, 21, 28, 35, dan 42 setelah perlakuan dengan posisi ventro-dorsal. Semua merpati dieuthanasia pada hari ke-60 setelah perlakuan untuk pemeriksaan histopatologi dalam paraffin blok. Hasil pemeriksaan radiologi menunjukan fiksasi internal dengan bone pin alternatif memiliki kemampuan fiksasi sama baiknya dengan fiksasi internal dengan pin intamedular logam. Hasil pengamatan jumlah osteoklas, neovaskularisasi dan jaringan ikat K-1 lebih banyak dibandingkan K-2 (P&gt;0,05). Sementara jumlah osteosit pada K-2 lebih banyak dibandingkan K-1 (P&gt;0,05). Oleh sebab itu, pin intameduler logam dan bone pin sama-sama memiliki potensi sebagai alat fiksasi internal pada kasus orthopedi unggas terbang.&#13;
&#13;
Kata kunci: Bone pin, pin intrameduler, radiologi, histopatologi, merpati&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BONES - FRACTURES- MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PIGEONS - ANIMAL HUSBANDRY</topic>
 </subject>
 <classification>636.596</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>94918</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-10-27 12:04:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-11-22 10:25:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>