<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="94904">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN FAKTOR MENYUSUI DENGAN TINGGI BADAN SESUAI USIA PADA BATITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOPELMA DARUSSALAM KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CUT YULIA AZLINASARI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan paling ideal yang berdampak besar bagi kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga pemberian ASI dianjurkan selama dua tahun setelah kelahiran. ASI mengandung nutrisi yang dibutuhkan bayi dalam jumlah tepat dan mudah dicerna. Meningkatkan praktik menyusui secara optimal adalah kunci untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi sehat. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan faktor menyusui dengan tinggi badan sesuai usia pada batita di Wilayah Kerja Puskesmas Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif dengan desain retrospective study. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling menggunakan teknik proportional sampling dengan jumlah sampel 85 responden yaitu ibu dan anak usia 24 sampai 36 bulan. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dengan metode wawancara terpimpin. Analisa menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan faktor menyusui dengan tinggi badan sesuai usia (p-value &lt; 0,001), pelaksanaan IMD dengan tinggi badan sesuai usia (p-value = 0,011), pemberian ASI eksklusif dengan tinggi badan sesuai usia (p-value &lt; 0,001), dan meneruskan pemberian ASI sampai usia 24 bulan dengan tinggi badan sesuai usia (p-value &lt; 0,001). Diharapkan bagi petugas kesehatan puskemas dapat melakukan edukasi berupa penyuluhan untuk meningkatkan motivasi, dukungan dan sikap ibu dalam praktik menyusui.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BREAST FEEDING - HEALTH</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>INFANTS - DEVELOPMENT - PHYSIOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>613.269</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>94904</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-10-27 09:54:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-11-17 11:54:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>