TEKNIK ULTRASONOGRAFI TRANSREKTAL UNTUK DIAGNOSA KEBUNTINGAN DINI PADA KUDA GAYO | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

TEKNIK ULTRASONOGRAFI TRANSREKTAL UNTUK DIAGNOSA KEBUNTINGAN DINI PADA KUDA GAYO


Pengarang

ALDI MAHENDRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1702101010038

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261

Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

636.1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Ultrasonografi merupakan alat diagnosis yang banyak diaplikasikan dibidang ilmu Kedokteran Hewan antara lain untuk deteksi kebuntingan dini dan pemeriksaan gangguan reproduksi. Penelitian ini bertujuan mendiagnosis kebuntingan dini menggunakan teknik ultrasonografi transrektal pada kuda gayo. Enam ekor kuda gayo betina dewasa, sudah pernah partus minimal satu kali dan dua ekor kuda gayo pejantan (bobot badan 250-270 kg, umur lima tahun) digunakan pada penelitian ini. Semua kuda gayo betina disinkronisasi estrus menggunakan injeksi ganda PGF2? dengan dosis 7,5 mg/ekor secara intra muskulus dengan interval waktu 10 hari. Dilakukan teasing estrus menggunakan pejantan, ketika mencapai skor estrus maksimal (skor 4) maka kuda gayo betina dikawinkan dengan pejantan. Pasca perkawinan dilakukan diagnosa kebuntingan pada hari ke-21, 30, dan 50 menggunakan USG transrektal. Pengamatan dilakukan terhadap gambaran vesikel embrionik dan embrio/fetus lalu dilakukan pengukuran. Data gambaran USG uterus kuda gayo yang didiagnosis bunting dini dilaporkan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk gambar. Hasil penelitian diperoleh bahwa tiga ekor kuda gayo betina (50%) didiagnosis bunting dan tiga ekor lainnya (50%) tidak bunting. Tampilan sonografi uterus kuda gayo bunting pada hari ke-21 berupa gambaran anechoic dari vesikel embrionik yang berbentuk pearshape, dan adanya penebalan satu sisi endometrium (hypoechoic) dengan diameter vesikel embrionik sekitar 2,55±0,06 cm. Hari ke-30 pasca kawin tampilan sonografi berupa gambaran hypoechoic dari embrio yang ada di tengah kornua uterus, terdapat penebalan satu sisi endometrium yang terlihat jelas. Diameter vesikel embrionik hari ke-30 adalah 3,52±0,02 cm dengan ukuran embrio adalah 0,80±0,01 cm. Hari ke-50 pasca perkawinan terlihat gambaran hypoechoic dari embrio/fetus dan adanya plasentasi. Diameter kepala embrio/fetus berukuran 0,69±0,02 cm dan diameter badan 1,05±0,03 cm. Kesimpulannya adalah sonografi deteksi kebuntingan dini pada kuda gayo hari ke-21 berupa vesikel embrionik berbentuk pearshape, hari ke-30 adanya embrio di tengah vesikel embrionik, dan hari ke-50 adanya fetus dan plasentasi.

Kata kunci : Embrio, kebuntingan dini, kuda gayo, ultrasonografi, vesikel embrionik

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK