<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="94879">
 <titleInfo>
  <title>PELAKSANAAN SISTEM PARLEMENTER DALAM PEMERINTAHAN REPUBLIK INDONESIA 1950-1959</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ardayani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Secara historis selama pelaksanaan sistem parlementer dalam pemerintahan  Republik  Indonesia   1950-1959  sering  terjadinya pergantian kabinet.  Hal  ini  menyebabkan  program  pembangunan   pada  masa  itu tidak berjalan  dengan  optimal,  atas  dasar   itulah  maka  penulis   ingin  mengkaji sccara mendalam  bagaimana  pelaksanaan  sistem parlementer dalam Pemerintahan Republik Indonesia  dalam kurun waktu  1950-1959 .Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui: (I)  kenapa kabinet sering jatuh  bangun  pada  masa  pelaksanaan   sistem  parlementer,   (2)  kabinet  apa saja   yang   pernah   terbentuk  dalam   pelaksanaan    sistem   parlementer  di Indonesia;  dan  (3)  mengungkapkan  kondisi  Indonesia  pada  masa berakhimya sistem parlementer di  Indonesia.&#13;
Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  menggunakan   metode sejarah,  dengan   menempuh   langkah-langkah  heuristik,  kritik  dan interpretasi serta  pengkisahan.  Untuk mengkaji masalah  dalam skripsi ini, penulis  melakukan  teknik  pendekatan   melalui  library research  (penelitian kepustakaan),  dengan  penelaahan  sumber tertulis  terutama  buku-buku  yang berkaitan  dengan  kajian skripsi  ini.&#13;
Hasil penelitian  menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan  sering bubarnya  kabinet  pada  masa  pelaksanaan   sistem  parlementer  disebabkan karena kabinet tidak didukung oleh mayoritas anggota partai terbesar. Kabinet yang    pemah     terbentuk     selama    pelaksanaan      sistem  parlementer  di Indonesia   antara   lain  Kabinet  Natsir,  Kabinet     Sukiman   Wirjosandjojo, Kabinet    Wilopo,    Kabinet    Ali   Sastroamidjojo,    Kabinet    Burhanuddin Harahap  dan  Kabinet  Ali  Sastroamidjojo  II. Kondisi  Indonesia pada  masa berakhimya  sistem   parlementer  berada   dalam  situasi  politik  yang  tidak menentu,    karena    sering    bubamya    kabinet.    Ekonomi   Indonesia   juga mengalami   kehancuran  dan  dilanda   krisis,  program   pembangunan   tidak berjalan optimal sebab terjadinya pemberontakan  di daerah-daerah. Pemberontakan   tersebut   antara   lain  Gerakan   DI/TII  di  Jawa  Barat  dan Aceh.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DEMOCRACY</topic>
 </subject>
 <classification>321.804</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>94879</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-10-15 15:53:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-23 15:02:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>