<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="94846">
 <titleInfo>
  <title>PEMBINAAN OLAHRAGA PADA DAYAH DI KABUPATEN ACEH BESAR TAHUN 2009</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Faisal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kegiatan olahraga  merupakan  salah  satu  media  yang  berfungsi   untuk peningkatan   kebugaran   dan   kesehatan   tubuh.Di sela-sela  waktu luang  dalam kehidupan  santri  di Dayah, mereka   turut   menggunakan  waktu  luang   untuk melakukan  kegiatan olahraga. Pandangan  masyarakat  tentang Oayah sebagai wadah pendidikan  agama lslam yang hanya mengajarkan ilmu ukhrawi dan akan melahirkan ulama-ulama,  mendorong  penulis  untuk  mengkaji  bagaimana  pembinaan  olahraga dan cara santri melakukan  olahraga di Dayah. penelitian ini untuk mengetahui proses pembinaan   olahraga   di  Dayah,  hambatan   santri  dalam  melakukan  olahraga  dan hambatan  yang  di  hadapi  Dayah  dalam  melakukan  pembinaan  olahraga.  Dalam penelitian  ini  penulis  memilih  11   Oayah di kabupaten  Aceh  Besar sebagai  tempat penelitian  berdasarkan   karakteritik  sistem   pendidikan   yang  berbeda  antara  satu Oayah dengan  Dayah  lainnya.  Hasil  pengolahan  data  melalui angket  menunjukkan bahwa  sebagian besar  santri yaitu  71,82% melakukan  olahraga  di  Dayah.  Adapun hambatan   yang  di  alami   santri  dalam   melakukan   olahraga   adalah; (I)   Tidak tersedianya  sarana  dan  prasarana  olahraga  yang  memadai  pada  dayah,  (2) Tidak adanya  pembinaan  khusus  cabang  olahraga  di  dayah,  (3) Tidak  adanya  kurikulum olahraga di dayah, (4) Tidak adanya jadwal khusus bagi santri untuk berolahraga, (5) Tidak  ada  waktu  luang  untuk  melakukan   kegiatan  olahraga  di  dayah,  (6)  Tidak adanya  perizinan  bagi seluruh  santri  untuk  melakukan kegiat.an olahraga  di dayah. proses  pembinaan  yang  di  lakukan  di  Dayah  belum  memadai  berdasarkan  60% jawaban  santri  yang  menyatakan  di  Oayah mereka  tidak danya  pembinaan  khusus cabang  olahraga.  Namun,  40%  dari  santri  menyatakan   di  Oayah  mereka  ada  di lakukan  pembinaan  yaitu  khusus beladiri  yang di maksudkan  untuk melindungi  diri dan tidak untuk di pertandingkan  serta di bina oleh ustasz.&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SPORT-SCHOOL</topic>
 </subject>
 <classification>371.89</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>94846</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-10-14 08:20:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-15 10:58:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>