DETEKSI RESISTENSI ANTIBIOTIK DAN FAKTOR VIRULENSI PADA SALMONELLA SPP. DARI SUNGAI DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

DETEKSI RESISTENSI ANTIBIOTIK DAN FAKTOR VIRULENSI PADA SALMONELLA SPP. DARI SUNGAI DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

ZAHRATUL AINI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1608104010030

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Biologi (S1) / PDDIKTI : 46201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Salmonella spp. dapat ditemukan di air sungai dan menjadi patogen penyebab penyakit bawaan air dan diketahui telah resisten terhadap beberapa jenis antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengenumerasi, mengidentifikasi, serta menentukan resistensi antibiotik secara fenotipik dan genotipik pada isolat Salmonella spp. yang diperoleh dari sungai di Kota Banda Aceh. Metode penelitian menggunakan metode Most Probable Number (MPN) untuk enumerasi bakteri, metode difusi cakram sesuai dengan Clinical and Laboratory Standard Institute (CLSI) untuk menentukan resistensi antibiotik, dan metode amplifikasi PCR untuk uji genotipik. Hasil isolasi Salmonella spp. diperoleh sebanyak 78 isolat, yaitu 38 isolat dari sungai Lamnyong, 19 isolat dari sungai Krueng Aceh, dan 21 isolat dari sungai Krueng Neng. Tidak ada perbedaan signifikan dari hasil enumerasi dari ketiga sungai (p=0.189) dan hasil enumerasi tertinggi didapatkan dari sampel Sungai Krueng Aceh dengan rata-rata yaitu sebesar 441.67 MPN/mL, sedangkan sampel Sungai Krueng Neng yaitu 105,33 MPN/mL dan sampel Sungai Lamnyong memiliki nilai MPN yang terendah yaitu 20.47 MPN/mL. Isolat Salmonella spp. dari ketiga sungai di Kota Banda Aceh paling banyak resisten terhadap antibiotik azitromisin, tetrasiklin, dan streptomisin. Isolat Salmonella spp. dari ketiga sungai di Kota Banda Aceh paling banyak sensitif terhadap antibiotik ofloksasin, sefotaksim, dan seftriakson. Isolat Salmonella spp. yang resisten terhadap 4-6 jenis antibiotik berjumlah 41 (52.6%) isolat, yang resisten terhadap 7-9 jenis antibiotik berjumlah 18 (23.1%) isolat, dan yang resisten terhadap lebih dari 10 jenis antibiotik berjumlah lima (6.4%) isolat. Isolat yang resisten terhadap seftriakson dan sefotaksim dari ketiga sungai dan dilanjutkan untuk uji genotipik berjumlah 21 isolat. Hasil dari uji genotipik penelitian ini masih memperlihatkan hasil negatif. Pola resistensi antibiotik dalam penelitian ini menunjukkan perlunya perhatian kesehatan masyarakat yang serius dan pemantauan jangka panjang untuk mengurangi resiko penyakit bawaan air.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK