ANALISIS KESEHATAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO (STUDI DESKRIPTIF PADA LEMBAGA KEUANGAN MIKRO BERPOLA SYARIAH DI KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS KESEHATAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO (STUDI DESKRIPTIF PADA LEMBAGA KEUANGAN MIKRO BERPOLA SYARIAH DI KOTA BANDA ACEH)


Pengarang

Ridha Safriza - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0505102010050

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

332.1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Ridha Safriza dengan judul skripsi "Analisis Kesehatan Lemabaga Keuangao Mikro (Studi Deskriptif pada Lembaga Keuangan Mikro Berpola Syariah di Kota Banda Aceh)" di bawah bimbingan Bapak Dr. Ir. Romano, M.P selaku pembimbing utama dan lbu Ir. Ismayani, M. Si selaku dosen pembimbing kedua.

Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dapat didefinisikan sebagai lembaga yang melakukan kegiatan penyediaan jasa keuangan kepada pengusaha kecil dan mikro serta masyarak.at berpenghasilan rendah, yang pada umumnya tidak terlayani oleh lembaga keuangan formal. Dimana Lembaga Keuangan Mikro (LKM)-Koperasi dalam melihat dari segi aspek-aspek penilaian kesehatan LKM-Koperasi ada yang berpola konvensional dan adapula berpola syariah. Dalam penelitian ini, Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dilihat dari aspek-aspek penilaian kesehatan LK.M-Koperasi berpola syariah yang terdiri dari 8 aspek yaitu aspek pennodalan, aspek kuaJitas aktiva produktif, aspek manajemen, aspek efisiensi, aspek likuiditas, aspek jati diri koperasi, aspek kemandirian dan pertumbuhan, dan aspek kepatuhan prinsip syariah.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesehatan Lemabaga Keuangan Mikro (LKM)• Koperasi yang berpola syariah di kota Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penyampelan bersasaran (Purposive Sampling).

Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa aspek-aspek penilaian kesehatan LKM• Koperasi berpola syariah di kota Banda Aceh dilihat dari laporan keuangan tahun 2007 sampai dengan 2009 memiliki penilaian tingkat kesehatan yang berbeda-beda, yaitu pada koperasi dengan pola operasional syariah "Kopsyah Cempaka AlMukarromah, BQ. Surya Madinah, BQ.
Bina Insan Mandiri, BQ. Cut Nyak Dhien, dan BQ. Amanah.yaitu LKM-Koperasi berpola syariah dilihat dari:
l. aspek permodalan, yang memperoleh penilaian kesehatan tertinggi pada di tahun 2008

diperoleh oleh BQ. Amanah (32,43%) dengan predikat "Sehat"dan terendah di tahun

2008 adalah BQ. Cut Nyak Dbien (6,57%) dengan predikat "Kurang Sehat", sedangkan yang lainnya Kopsyah Cempaka AIMukarromah (8,7%) dengan predikat "Kurang Sehat", BQ. Surya Madinah (23,94) dengan predikat Sehat'', dan BQ. Bina Insan Mandiri (23,02%) dengan predikat "Sehat". Sementara itu, di tahun 2009 yang memperoleh penilaian kesehatan tertinggi adalah BQ. Bina Insan Mandiri (25,7%) dengan predikat "Sehat" dan terendah pada tahun 2009 adalah Cut Nyak Dhien (21,46%) dengan predikat "Sehat". Sedangkan yang lainnya seperti Kopsyah Cempaka AlMukarromah (25,5%) dengan predikat " Sehat", BQ. Bina Surya Madinah (23,27%) dengan predikat "Sehat", dan BQ. Amanah (21,5%) dengan predikat "sehat".
2. kondisi kualitas aktiva produktif kelima koperasi sangat terpuruk. Rasio tingkat pembiayaan piutang bermasalah terhadap jumlah piutang dan pembiayaan mengindikasikan bahwa koperasi mempunyai pembiayaan bermasalah yang besar "tidak lancar". Namun hal ini tidak dialami oleh BQ. Amanah di tahun 2009. Kondisi pembiayaan mereka sudah berada pada kondisi "lancar".
3. Penilaian kesehatan ditinjau dari aspek manajemen menghasilkan hasil yang bervariasi antar aspek manajemen. Hasil penilaian terangkum dalam tabel 12. Manajemen umurn, manajemen kelembagaan, dan manajemen likuiditas kelima koperasi telah dapat dinyatakan dalam kondisi yang "baik". Sementara itu, kondisi manajemen permodalan dan manajemen aktiva kelima koperasi tidaklah sama. Penilaian manajemen permodalan
yang berhubungan dengan tingkat pertumbuhan modal menggambarkan hasil yang memperlihatkan adanya peningkatan kondisi koperasi dalam 2 (dua) periode penelitian (2008-2009), artinya terdapat keadaan atau kondisi yang lebih baik.
4. Penilaian rasio efisiensi yang terangkurn dalam tabel 13, memperlihatkan basil yang baik.

Penilaian rasio operasional pembiayaan terhadap partisipasi bruto, mengindikasikan koperasi berada dalam kondisi yang efisien, namun pada kenyataannya koperasi tidak memiliki nilai partisipasi bruto. Nilai aktiva tetap yang tidak terlalu besar dari total aset mengindikasikan bahwa koperasi mampu mengoperasionalkan aktiva tersebut dengan baik. Koperasi juga menggambarkan kemampuan staf pengelola koperasi yang jumlahnya sangat minim dalam melayani penerima pembiayaan dalam jumlah yang sangat besar.
5. Rasio likuiditas yang mempunyai 2 (dua) penilaian rasio, menunjukkan hasil yang

bertolak belakang antara keduanya. Rasio kas menunjukkan kondisi koperasi yang "tidak likuid", sementara itu rasio pembiayaan terhadap dana yang diterima menggambarkan kondisi koperasi yang likuid.
6. Aspek jati diri koperasi, dalam penilaian ini tidak dapat dinilai karena semua item penilaiannya bemilai 0 (nol). Sementara itu rasio PEA menghasilkan nilai yang membentuk kesimpulan yang berbeda-beda antar koperasi. Dalam hal ini BQ. Bina lnsan Mandiri merupakan koperasi yang mempunyai kemampuan yang baik dalam memanfaatkan aset mereka. Sementara itu keempat koperasi lainnya masih dalam keadaan terpuruk. Selanjutnya dari kesimpulan rasio rentabilitas modal sendiri, tiga koperasi: Kopsyah Cempaka Al-Mukarromah, BQ. Bina lnsan Mandiri, dan BQ. Cut Nyak Dhien berhasil memberikan SHU yang tinggi kepada anggotanya berdasarkan modal sendiri mereka. BQ. Surya Madinah juga sedang menuju pada kondisi yang sama
dengan ketiga koperasi tersebut. Sementara itu BQ. Amanah masih belum mampu memberi SHU kepada anggota, karena masih dalam keadaan rugi.
7. Konsistensi hasil yang baik dalam penilaian rasio kemandirian operasional perusahaan terjadi pada BQ. Bina Insan Mandiri. Mereka memperoleh penilaian skor "tinggi" dalam rasio ini, yang artinya bahwa mereka mampu menutupi beban operasional dari pendapatan operasional mereka. Sementara itu Kopsyah Cempaka Al-Mukarromah, BQ. Cut Nyak Dhien, dan BQ. Surya Madinah mengalami penurunan kondisi antar 2 (dua) periode penelitian (2008-2009). Sedangkan BQ. Amanah jelas mempunyai ketidak
cukupan pendapatan operasional dalam menutupi beban operasional.

8. Penilaian kepatuhan koperasi terhadap prinsip syariah adalah mereka telah patuh pada prinsip-prinsip tersebut. Operasional koperasi telah mereka jalankan sesuai dengan prinsip syariah. Mulai dari proses pemberian pembiayaan, bagi hasil pembiayaan, sampai pada penyelesaian pembiayaan bermasalah dilakukan sesuai syariah.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK