<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="94836">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KESEHATAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO (STUDI DESKRIPTIF PADA LEMBAGA KEUANGAN MIKRO BERPOLA SYARIAH DI KOTA BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ridha Safriza</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ridha Safriza dengan judul skripsi &quot;Analisis Kesehatan Lemabaga Keuangao  Mikro (Studi Deskriptif pada Lembaga Keuangan Mikro Berpola Syariah di Kota Banda  Aceh)&quot; di bawah bimbingan  Bapak Dr. Ir. Romano,  M.P selaku pembimbing utama dan lbu Ir. Ismayani, M.  Si selaku dosen pembimbing kedua.&#13;
&#13;
Lembaga  Keuangan  Mikro  (LKM)  dapat didefinisikan sebagai  lembaga yang melakukan kegiatan   penyediaan jasa  keuangan   kepada   pengusaha   kecil   dan   mikro   serta   masyarak.at berpenghasilan  rendah,  yang  pada  umumnya   tidak  terlayani  oleh  lembaga  keuangan   formal. Dimana   Lembaga   Keuangan   Mikro   (LKM)-Koperasi  dalam   melihat   dari  segi  aspek-aspek penilaian  kesehatan  LKM-Koperasi ada yang berpola  konvensional  dan adapula  berpola  syariah. Dalam  penelitian  ini,  Lembaga   Keuangan   Mikro  (LKM)  dilihat   dari  aspek-aspek  penilaian kesehatan   LK.M-Koperasi  berpola  syariah  yang  terdiri  dari  8  aspek  yaitu  aspek  pennodalan, aspek kuaJitas aktiva produktif, aspek manajemen, aspek efisiensi,  aspek  likuiditas, aspek jati diri koperasi,  aspek kemandirian  dan pertumbuhan,  dan aspek kepatuhan  prinsip syariah.&#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  kesehatan Lemabaga  Keuangan  Mikro (LKM)• Koperasi yang berpola syariah  di kota Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penyampelan bersasaran  (Purposive Sampling).&#13;
&#13;
Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat  bahwa  aspek-aspek penilaian  kesehatan  LKM• Koperasi berpola  syariah  di kota  Banda Aceh  dilihat dari laporan keuangan  tahun  2007  sampai dengan   2009  memiliki  penilaian   tingkat   kesehatan   yang  berbeda-beda,  yaitu  pada  koperasi dengan  pola operasional  syariah  &quot;Kopsyah  Cempaka  AlMukarromah,  BQ.  Surya  Madinah,  BQ.&#13;
Bina  Insan  Mandiri,  BQ.  Cut  Nyak  Dhien,  dan  BQ.  Amanah.yaitu   LKM-Koperasi   berpola syariah dilihat dari:&#13;
l.   aspek  permodalan,  yang  memperoleh  penilaian  kesehatan  tertinggi  pada  di  tahun  2008&#13;
&#13;
diperoleh  oleh  BQ.  Amanah  (32,43%)  dengan  predikat  &quot;Sehat&quot;dan  terendah  di  tahun&#13;
&#13;
2008 adalah  BQ. Cut Nyak Dbien (6,57%)  dengan  predikat  &quot;Kurang  Sehat&quot;,  sedangkan yang lainnya Kopsyah Cempaka AIMukarromah (8,7%) dengan predikat &quot;Kurang Sehat&quot;, BQ.  Surya  Madinah  (23,94)  dengan   predikat   Sehat'',   dan  BQ.  Bina  Insan  Mandiri (23,02%)  dengan  predikat  &quot;Sehat&quot;.  Sementara   itu,  di  tahun  2009  yang  memperoleh penilaian  kesehatan  tertinggi  adalah  BQ.  Bina  Insan  Mandiri  (25,7%)  dengan  predikat &quot;Sehat&quot;  dan terendah pada tahun 2009 adalah  Cut Nyak Dhien (21,46%) dengan predikat &quot;Sehat&quot;.  Sedangkan  yang  lainnya  seperti  Kopsyah  Cempaka  AlMukarromah   (25,5%) dengan  predikat &quot; Sehat&quot;,  BQ.  Bina Surya  Madinah  (23,27%)  dengan  predikat  &quot;Sehat&quot;, dan BQ.  Amanah (21,5%) dengan predikat &quot;sehat&quot;.&#13;
2.   kondisi   kualitas   aktiva   produktif  kelima   koperasi   sangat   terpuruk.   Rasio   tingkat pembiayaan  piutang  bermasalah  terhadap  jumlah  piutang  dan  pembiayaan mengindikasikan bahwa koperasi mempunyai pembiayaan  bermasalah  yang besar  &quot;tidak lancar&quot;.  Namun   hal   ini  tidak   dialami   oleh   BQ.  Amanah   di  tahun   2009.   Kondisi pembiayaan  mereka sudah berada pada kondisi  &quot;lancar&quot;.&#13;
3.   Penilaian  kesehatan  ditinjau dari  aspek  manajemen  menghasilkan  hasil  yang  bervariasi antar aspek  manajemen.  Hasil penilaian  terangkum  dalam  tabel  12. Manajemen umurn, manajemen   kelembagaan,    dan   manajemen   likuiditas   kelima   koperasi   telah   dapat dinyatakan  dalam  kondisi  yang  &quot;baik&quot;.  Sementara  itu,  kondisi  manajemen  permodalan dan manajemen  aktiva kelima koperasi  tidaklah  sama.  Penilaian  manajemen  permodalan&#13;
yang berhubungan  dengan tingkat pertumbuhan modal menggambarkan hasil yang memperlihatkan adanya  peningkatan  kondisi  koperasi dalam 2 (dua) periode  penelitian (2008-2009),  artinya terdapat  keadaan  atau kondisi yang lebih baik.&#13;
4.   Penilaian  rasio efisiensi yang terangkurn  dalam tabel  13, memperlihatkan basil yang baik.&#13;
&#13;
Penilaian   rasio  operasional  pembiayaan   terhadap   partisipasi  bruto,   mengindikasikan koperasi  berada  dalam  kondisi  yang  efisien,  namun  pada  kenyataannya koperasi  tidak memiliki nilai partisipasi bruto. Nilai aktiva  tetap yang tidak terlalu  besar dari total aset mengindikasikan  bahwa  koperasi  mampu  mengoperasionalkan  aktiva  tersebut   dengan baik. Koperasi juga menggambarkan kemampuan  staf pengelola  koperasi yang jumlahnya sangat minim dalam melayani penerima  pembiayaan  dalam jumlah yang sangat  besar.&#13;
5.  Rasio   likuiditas   yang  mempunyai   2  (dua)  penilaian   rasio,  menunjukkan   hasil  yang&#13;
&#13;
bertolak  belakang  antara keduanya.  Rasio kas menunjukkan kondisi koperasi yang &quot;tidak likuid&quot;,  sementara  itu  rasio  pembiayaan   terhadap  dana  yang  diterima  menggambarkan kondisi koperasi yang likuid.&#13;
6.   Aspek  jati  diri  koperasi,  dalam  penilaian   ini  tidak  dapat  dinilai  karena   semua   item penilaiannya    bemilai   0  (nol).   Sementara    itu   rasio   PEA   menghasilkan   nilai   yang membentuk  kesimpulan  yang berbeda-beda antar koperasi.  Dalam hal ini BQ. Bina lnsan Mandiri  merupakan  koperasi  yang  mempunyai  kemampuan  yang  baik  dalam memanfaatkan  aset   mereka.   Sementara   itu   keempat   koperasi   lainnya  masih   dalam keadaan  terpuruk.  Selanjutnya  dari  kesimpulan   rasio  rentabilitas   modal  sendiri,  tiga koperasi:  Kopsyah  Cempaka  Al-Mukarromah,  BQ.  Bina  lnsan  Mandiri,  dan  BQ.  Cut Nyak  Dhien   berhasil  memberikan   SHU  yang  tinggi  kepada  anggotanya  berdasarkan modal sendiri  mereka.  BQ.  Surya  Madinah juga sedang menuju  pada kondisi  yang sama&#13;
dengan   ketiga   koperasi   tersebut.   Sementara   itu   BQ.  Amanah   masih   belum   mampu memberi  SHU kepada anggota, karena masih dalam keadaan  rugi.&#13;
7.   Konsistensi  hasil  yang  baik dalam  penilaian  rasio  kemandirian  operasional   perusahaan terjadi  pada BQ. Bina Insan Mandiri. Mereka  memperoleh  penilaian  skor &quot;tinggi&quot; dalam rasio   ini,   yang   artinya   bahwa   mereka   mampu    menutupi   beban   operasional   dari pendapatan  operasional  mereka.  Sementara  itu Kopsyah  Cempaka  Al-Mukarromah, BQ. Cut Nyak  Dhien,  dan BQ.  Surya  Madinah mengalami  penurunan  kondisi  antar  2 (dua) periode   penelitian   (2008-2009).   Sedangkan   BQ.  Amanah  jelas  mempunyai   ketidak&#13;
cukupan  pendapatan  operasional  dalam menutupi beban operasional.&#13;
&#13;
8.   Penilaian  kepatuhan  koperasi  terhadap  prinsip  syariah  adalah  mereka  telah  patuh  pada prinsip-prinsip  tersebut.   Operasional   koperasi   telah   mereka  jalankan   sesuai   dengan prinsip syariah. Mulai dari proses pemberian  pembiayaan,  bagi hasil pembiayaan, sampai pada penyelesaian  pembiayaan  bermasalah  dilakukan  sesuai syariah.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FINANCIAL INSTITUTIONS</topic>
 </subject>
 <classification>332.1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>94836</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-10-13 11:12:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-20 10:07:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>